TRIBUNNEWS.COM-Sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif dalam konteks lemahnya perekonomian nasional akibat pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari penerimaan petani terhadap harga gabah yang terus naik.

Kecuk Suhariyanto, Direktur Badan Pusat Statistik, menjelaskan harga serealia naik 1,44% pada Juli 2020. Dia mengatakan, dengan pertumbuhan tersebut, harga rata-rata gabah di tingkat petani mencapai Rp 4.788 per kilogram, dan harga rata-rata di tingkat pabrik Rp 4.883 per kilogram. Sama seperti bulan lalu. Kemudian penerimaan petani terhadap harga gabah meningkat, sedangkan harga beras di tingkat konsumen menurun. Ini membuktikan petani semakin membaik harga, “kata Suhariyanto, Senin 3 Juli 2020.

Harga rata-rata beras kualitas tinggi dan beras poles rata-rata naik 4,33% pada Juli 2019 dan Juli 2020. Dan 1,14%. Dia mengatakan bahwa harga beras kualitas rendah turun 0,13%.

“Ini menunjukkan banyak beras di pasaran. “Per Juli 2020, 60,28% gabah dikeringkan sedangkan 20,81 gabah sisanya gabah kering giling.

“ Sisanya 18,91 gabah dengan cangkang, ”ujarnya. Indonesia masih Pasokan cukup.

Perlu diketahui bahwa tarif (NTP) Konferensi Tukar Petani pada Juli 2020 mengalami peningkatan yang sangat kuat, bahkan angka ini mencapai 100,09, meningkat 0,49% dari NTP sebelumnya. Indeks harga yang diterima (It) meningkat sebesar 0,47%. Jauh lebih tinggi dari NTUP bulan lalu-misalnya, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayarkan oleh petani. NTP juga menentukan petani Indikator kesejahteraan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkali-kali mengemukakan bahwa sektor pertanian tidak pernah mengalami pandemi dan krisis, termasuk pandemi Covid-19.Menurut Menteri Pertanian, produksi pertanian terus berlanjut hingga berjuta-juta rupiah. Kebutuhan pangan orang Indonesia. Kebersamaan. Tidak butuh lahan luas. Masih di sekitar kita di tanah keluarga, ”ujarnya. -Pada saat yang sama, Bhima Yudhistira, Ekonom dan Peneliti Institute of Development and Finance (Indef), mengatakan perekonomian Indonesia akan segera pulih. Menurutnya, selama masa pemulihan ini, dua sektor kunci berperan penting. Salah satunya adalah sektor pertanian. Ia mengatakan: “Indonesia memiliki sumber daya pertanian yang melimpah. Oleh karena itu, kunci keberlanjutan pemulihan adalah pengakuan produk pertanian dan inovasi serta regenerasi petani muda.” (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *