TRIBUNNEWS.COM-Meski dengan sekolah swasta, bukan berarti ekonomi sekolah tetap kuat.

Beberapa sekolah swasta, terutama yang terkena dampak pandemi, mengalami kesulitan dalam operasionalnya karena belum membayar SPP siswanya selama berbulan-bulan, sehingga guru SPP dan pengajar juga malu.

Tentu saja, karena krisis ekonomi, kami tidak ingin sekolah ditangguhkan dalam skala besar. Ini akan mempengaruhi pendidikan siswa.

Sebelumnya, dana BOS hanya diberikan kepada sekolah negeri di daerah tertinggal, perbatasan, dan terluar (3T). Meski BOS mendonasikan Dana Kinerja kepada sekolah negeri yang berprestasi. – Mengingat banyaknya sekolah yang terkena dampak, kebijakan pendanaan diubah selama pandemi Covid-19. -BOS Kebijakan dikeluarkan Dana Sekolah Swasta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Nadiem Makarim) diatur dalam Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2020 (Permendikbud), tentang kepastian bantuan penyelenggaraan sekolah. Dan petunjuk teknis untuk kinerja bantuan operasional sekolah. Sekolah swasta terdampak pandemi Covid-19 akan menerima dua dana BOS. — “Saat ini fokus dan prioritaskan pada wilayah yang membutuhkan dan paling besar dampaknya, karena situasi saat ini keberadaan Covid-19 di banyak daerah telah memberikan pukulan telak bagi seluruh perekonomian,” ujar Pak Nadiem Makari. . Sekolah swasta merupakan institusi yang kondisi ekonominya paling rentan terhadap pandemi Covid-19. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan 3,2 triliun rupee untuk Dana Afirmasi dan Kinerja BOS, dengan target pembukaan 56.115 sekolah di 32.321 desa / kelurahan di daerah khusus. Dana bantuan tahunan untuk setiap sekolah ditetapkan sebesar 60 juta rupee.

Dana ini langsung ditransfer dari Kementerian Keuangan ke rekening sekolah. Pastikan bahwa BOS dan kinerja BOS dapat digunakan untuk kegiatan yang sama seperti BOS biasa selama pandemi Covid-19.

Informasi lengkap meliputi biaya guru honorer, biaya pendidikan guru di sekolah ternama (jika dana masih tersedia), biaya belajar di rumah dan biaya pembersihan dasar terkait pencegahan Covid-19.

Anggota DPR mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan dana BOS untuk pengukuhan dan penyelenggaraan sekolah swasta. Performa selama pandemi Covid-19.

“Saya sangat bersyukur sekarang proposisi dan kinerja BOS bisa dimanfaatkan oleh sekolah swasta. Ini bisa membantu sekolah swasta menghadapi dampak Covid -19,” kata Lathifah. Hal senada juga diutarakan oleh X Dede Yusuf, wakil ketua panitia, yang menurutnya Nadiem telah merespon dengan baik keinginan masyarakat melalui kebijakan ini. Menteri ini baru saja mengeluarkan kebijakan UKT, kebijakan longgar BOS dan dukungan BOS untuk pengukuhan dan kinerja sekolah swasta, ”kata Dede.

Seperti kita ketahui bersama, sesuai Permendikbud No. 24 tahun 2020, sekolah memiliki dua standar-pertama , Di daerah terpencil atau terbelakang, dalam keadaan masyarakat adat terpencil, berbatasan dengan negara lain dan terkena bencana alam, bencana sosial atau keadaan darurat lainnya. -Kedua, prioritas diberikan kepada proporsi siswa dari keluarga miskin. Sekolah tinggi, sekolah dana BOS reguler lebih rendah, dan persentase guru tidak tetap yang lebih tinggi .

Editor: Dana Delani

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *