TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mengembangkan food estate seluas 164.598 hektar (ha) di Kalimantan Tengah (Kalimantan Tengah) untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan di masa depan. — Konsep pengembangan pangan ini akan mengintegrasikan tanaman pangan, berkebun, perkebunan dan ternak pada lahan yang telah disediakan.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Bidang Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, menjelaskan rencana lapangan pangan tersebut merupakan arahan dari arahan Presiden Jokowi tentang Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai lumbung pangan. Di sawah.

Pengembangan industri pangan melibatkan sinergi tiga kementerian yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian PURP dan Kementerian Pertahanan Negara.

“Jadi kalau bicara bidang pangan, kesunyian bukan hanya padi dan jagung. Oleh karena itu, setiap areal harus dipetakan dan disatukan. Selain itu, banyak tanaman pangan, berkebun, perkebunan dan peternakan di satu kawasan. Oleh karena itu, Ini berbeda dengan sawah yang hanya menggunakan beras sebagai bahan bakunya, “kata Quintoro di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis, 20/6/25. Perluasan 79142 hektar. Mulai tahun 2020, dengan pengembangan lahan intensif seluas 30.000 hektar akan menjadi model untuk membangun ladang padi modern berbasis masyarakat tani. Ha, ”kata Quintoro. -Lahan ini berupa rawa-rawa, termasuk rawa pasang surut dan rawa rawa, dimana tanahnya lebih didominasi oleh tanah mineral daripada tanah gambut. Gambut biasanya dangkal sampai gambut sedang (kurang dari 1 m). Melalui modernisasi Menurut pengelola lahan, produktivitas padi di areal tersebut bisa mencapai 4 hingga 5 ton per hektar, katanya: “Lahan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan tidak mengganggu jadwal tanam. “Hingga bisa diekspor. Meski Departemen PUPR telah berperan atau memberikan dukungan dalam pembangunan irigasi primer dan sekunder, irigasi tersier menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan Negara.

” Peran serta Kementerian Pertahanan Nasional dalam menggerakkan dan mengembangkan irigasi Berperan. Staf TNI. Karena setiap desa memiliki TNI Babinsa, partisipasi semacam ini sangat penting, sehingga sangat bermanfaat untuk dapat mempercepat budidaya, penaburan, penyerap gabah dan memiliki fungsi pengawasan yang kuat di lapangan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *