JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah dan Menteri Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan negara-negara anggota G20 dan kelompok yang berpartisipasi G20 mengadakan pertemuan khusus untuk merespons di kantor kementerian COVID-19 Epidemi Jakarta Kementerian Sumber Daya Manusia, malam hari tanggal 23 Maret 2020 (Kamis) -Dibawahi oleh Ahmad Bin Salman AL Rajhi, Menteri Perburuhan dan Pembangunan Sosial Kerajaan Arab Saudi Pertemuan virtual. Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang, Kato Katsunobu; Menteri Tenaga Kerja dan Kebijakan Sosial Italia, Nunzia Catalfo, menjabat sebagai wakil ketua.

Menaker Ida Fauziyah membuat tiga saran untuk forum anggota G20. Pertama, ini menekankan pentingnya solidaritas dan ketulusan global dalam memulihkan diri dari pandemi dan mengatur kembali kehidupan ekonomi dan sosial yang lebih baik, terutama di bidang ketenagakerjaan. — “Ketiga, berikan prioritas utama pada ketahanan dan stabilitas negara dan pasar global.” Menurut Menda Ida, saat ini Indonesia dan lebih dari 200 negara di dunia sedang memerangi pandemi Covid-19 dan mempengaruhi kehidupan manusia. . .

Sejauh ini, selama pandemi Covid-19, lebih dari 2 juta pekerja di sektor formal dan informal di Indonesia telah terkena dampaknya.

Ida Menaker, didampingi oleh direktur PHI, mengatakan: “Di Indonesia, kami telah mengkonfirmasi hampir 7.775.000 Covid-19 kasus dan sekarang telah dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia. Lebih dari 647 orang telah meninggal dan 960 orang telah pulih.” & Jamsos, Haiyani Rumondang ; Carlo Overseas Cooperative (KLN) Indah Anggoro Putri; General Manager Ses PHI dan Jamsos, Public Relations Adriani dan Karo Soes Hindharno .

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Menaker Ida menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah Banyak tindakan atau tindakan telah diambil untuk orang-orang tersebut

Mengoptimalkan pelaksanaan program kartu pra-kerja (kartu pra-kerja), terutama untuk pekerja yang terkena PHK melalui pelatihan dan dukungan keuangan, memberikan keterampilan kepada masyarakat yang terkena dampak Dan insentif pelatihan berbasis produktivitas, mengoptimalkan peran profesional pusat pelatihan (BLK) melalui rencana respons Covid-19 BLK untuk mengurangi dampak pandemi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *