JAKARTA TRIBUNNEWS.COM- “Untuk menjaga kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19, pemerintah mengalokasikan biaya pengobatan COVID-19 sesuai dengan Perpres Nomor 249, dengan anggaran akhir 695,20 triliun rupee. Juni 2020 .72 pada 24. Anggaran tersebut terdiri dari Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp607,65 yang bertujuan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian. Ekonomi, Airlangga Hartarto, Rabu (1 Januari 2020) — Rencana PEN meliputi anggaran perlindungan sosial sebesar 2.039 miliar rupiah, 120,61 miliar rupiah untuk insentif usaha, dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 123,46 miliar rupiah, pembiayaan komersial sebesar 53,57 miliar rupiah dan pemerintah Total pinjaman dari dinas / lembaga dan pemerintah daerah sebesar Rp 106,11 miliar.

Khusus untuk usaha kecil dan menengah, dukungan ini diberikan dalam bentuk subsidi suku bunga, insentif perpajakan dan penjaminan kredit modal untuk memberikan posisi UMKM baru. Anggaran Total subsidi bunga 35,28 triliun rupee, target penerima 60,66 juta rekening.

“Angsuran yang ditangguhkan dan subsidi bunga untuk usaha mikro dan kecil sebesar 6% untuk 3 bulan pertama dan 6% untuk 3 bulan ke depan. Airlangga mengatakan perusahaan menengah menyumbang 3% pada tiga bulan pertama dan 2% pada tiga bulan ke depan.

Sebagai bagian dari pengawasan terhadap kebijakan ini (khususnya kebijakan KUR), pemerintah juga telah menerbitkan peraturan menteri melalui Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Departemen Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020, mengatur ketentuan khusus bagi penerima manfaat Kurdi yang terkena pandemi Covid-19.

Dalam Permenko ini, pelonggaran dapat menunda pembayaran pokok dan memberikan tambahan subsidi bunga KUR pada tiga bulan pertama sebesar 6% dan 3% pada tiga bulan berikutnya. Kirimkan permintaan KUR. -Menurut data posisi yang disampaikan oleh 14 distributor KUR pada akhir Mei 2020, terlihat bahwa debitur KUR telah banyak menggunakan fasilitas penunjang yang disediakan pemerintah, antara lain: Pertama, adanya tambahan subsidi bunga yang dibayarkan KUR kepada 1.449570 debitur, dengan saldo debet 46,1 Rp 100 juta; kedua, menangguhkan pembayaran pokok 1.395.009 debitur paling lama 6 bulan, dengan saldo debet Rs 40,7 triliun; ketiga, mengendurkan KUR dengan memperpanjang jangka waktu pendebetan 1.393.024 debitur, dengan saldo debet 399.000 Miliar Rp. Saldo debet sebesar Rp 158,84 triliun diterbitkan untuk 20,5 juta debitur. Per 31 Mei 2020, kredit macet KUR tetap di 1,18%. -Pada saat yang sama, mulai Januari 2020 hingga 31 Mei 2020, penyaluran KUR sedikit melambat. Rs 658,6 miliar dialokasikan untuk 1,9 juta debitur. Pengeluaran tersebut 34,66% dari target tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun.

Dilihat dari implementasi kebijakan jarak fisik, jarak sosial, dan kebijakan pembatasan sosial yang lebih besar, perlambatan KUR dapat dimaklumi. Luasnya beberapa provinsi (PSBB) telah menyebabkan penurunan kegiatan perekonomian, sehingga dipengaruhi oleh kegiatan UMKM dan berkurangnya permintaan KUR baru di masa mendatang. Bank penyalur KUR terbesar, Bank Nasional Indonesia (BRI) yang menguasai 64% saham, membuktikan bahwa penyaluran KUR semakin membaik sejak pekan kedua Juni 2020. -Mudah mengajukan KUR selama COVID-19.Salah satu Direktur Bank for International Settlements mengatakan, kegiatan ekonomi yang dimulai di era “normal baru” berdampak pada peningkatan penyaluran KUR yang signifikan pada minggu kedua Juni 2020. Presiden Bank for International Settlements menyatakan bahwa banknya akan lebih fokus pada restrukturisasi kredit pada bulan April (79,4%) dan 20 Mei (82,7%), tetapi sejak minggu ketiga ekspansi keuangan mikro, Pangsa telah mencapai 78,2%, sedangkan reorganisasi hanya menyumbang 21,8%. .

Bahkan pada akhir pekan ketiga Juni 2020, jumlah ekspansi keuangan mikro dalam inisiatif “Belt and Road” melebihi Rp 1 triliun per hari.Dengan kata lain, penyaluran keuangan mikro pada saat itu hampir mendekatinormal.

“Kami berharap dapat menjaga situasi ini guna meningkatkan pertumbuhan kredit nasional dan mempercepat pemulihan perekonomian nasional,” tutup Ellanga. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *