JAKARTA TRIBUNNEWS.COM- “Untuk menjaga kesehatan masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19, pemerintah telah mengalokasikan biaya penanganan COVID-19 sesuai Perpres Nomor 16, dengan anggaran akhir 695,20 triliun rupee. Juni 2020 Pasal 72 24 Maret Anggaran terdiri dari Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 607,65 yang bertujuan untuk menjaga daya beli dan mengurangi dampak Covid -19 terhadap perekonomian. Ekonomi, Airlangga Hartarto, Rabu (1 Januari 2020) Hari). — Rencana PEN meliputi anggaran perlindungan sosial sebesar 2.039 miliar rupiah, 120,61 miliar rupiah untuk insentif usaha, dukungan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) 123,46 miliar rupiah, dan pembiayaan komersial sebesar 53,57 miliar rupiah Jumlah total dinas / lembaga dan pemerintah daerah adalah Rp 106,11 miliar.

– Terutama memberikan dukungan kepada usaha kecil, menengah dan mikro, terutama melalui subsidi suku bunga, insentif pajak dan jaminan kredit modal untuk menyediakan lapangan kerja baru bagi usaha kecil, menengah dan mikro.Total subsidi bunga anggaran adalah 35,28 triliun rupee , Target penerima 60,66 juta rekening.

“Angsuran yang ditangguhkan dan subsidi bunga untuk usaha mikro kecil adalah 6% untuk tiga bulan pertama dan 3% untuk tiga bulan ke depan. Airlangga mengatakan tiga bulan pertama. Perusahaan menengah menyumbang 3% bulan ini, dan perusahaan menengah dalam tiga bulan berikutnya menyumbang 2%.

Sebagai bagian dari pengawasan terhadap kebijakan ini (khususnya kebijakan KUR), pemerintah juga telah menerbitkan peraturan menteri melalui Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. Departemen Perekonomian Nomor 6 Tahun 2020, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 8 Tahun 2020, mengatur ketentuan khusus bagi penerima manfaat Kurdi yang terkena pandemi Covid-19.

Dalam Permenko ini, pelonggaran dapat menunda pembayaran pokok dan memberikan tambahan subsidi bunga KUR pada tiga bulan pertama sebesar 6% dan 3% pada tiga bulan berikutnya. Kirimkan permintaan KUR. -Menurut data posisi yang disampaikan oleh 14 distributor KUR pada akhir Mei 2020, tampaknya debitur KUR telah menggunakan banyak fasilitas penunjang yang disediakan pemerintah, antara lain: Pertama, adanya tambahan bunga subsidi KUR yang dikeluarkan kepada 1.449570 debitur, dengan saldo debet 46,1 Kedua, pembayaran pokok 1.395.009 debitur ditunda paling lama 6 bulan, dengan saldo debet Rp40,7 triliun; ketiga, KUR dilonggarkan dengan memperpanjang periode debet 1.393.024 debitur, dengan saldo debet 399.000 Miliar Rp. Saldo debet sebesar Rp 158,84 triliun diterbitkan untuk 20,5 juta debitur. Per 31 Mei 2020, kredit macet KUR tetap di 1,18%. -Pada saat yang sama, sejak Januari 2020 hingga 31 Mei 2020, penyaluran KUR sedikit melambat sebesar 658,6 miliar rupee atau setara dengan 1,9 juta debitur. Pengeluarannya 34,66% dari target tahun 2020 sebesar Rp 190 triliun.

Dilihat dari implementasi kebijakan jarak fisik, jarak sosial, dan kebijakan pembatasan sosial yang lebih besar, perlambatan KUR dapat dimaklumi. Luasnya beberapa provinsi (PSBB) telah menyebabkan penurunan kegiatan perekonomian, sehingga dipengaruhi oleh kegiatan UMKM dan penurunan permintaan KUR baru di masa mendatang.

Namun berdasarkan informasi terkini yang disampaikan oleh bank penerbit KUR terbesar yaitu Bank Nasional Indonesia (BRI) yang memiliki 64% saham, ternyata penerbitan KUR sudah membaik sejak minggu kedua Juni 2020. -Selama COVID-19 dan salah satu direktur Bank for International Settlements mengatakan bahwa aktivitas ekonomi di era “ new normal ” menyebabkan penyaluran KUR meningkat signifikan pada minggu kedua Juni 2020. Dalam keterangannya, direktur Bank for International Settlements menyatakan bahwa banknya lebih memperhatikan restrukturisasi kredit pada April (79,4%) dan 20 Mei (82,7%), namun sejak minggu ketiga ekspansi keuangan mikro, bagiannya telah mencapai 78,2%, sedangkan restrukturisasi hanya menyumbang 21,8%. Bahkan pada akhir pekan ketiga Juni 2020, total pengeluaran kredit mikro dalam Belt and Road Initiative melebihi Rp1 triliun per hari, dengan kata lain Dengan kata lain, ini dekat dengan penyaluran pinjaman kecil pada saat itunormal.

“Mudah-mudahan situasi ini dapat dipertahankan guna meningkatkan pertumbuhan kredit nasional dan mendorong pemulihan ekonomi nasional lebih cepat,” tutup Ellanga. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *