TRIBUNNEWS.COM-Memasuki kuartal ketiga tahun 2020, pemerintah akan terus bekerja keras meringankan beban masyarakat yang terkena pandemi Covid-19. Belakangan ini, pemerintah telah menyiapkan bansos beras dan bansos tunai. — Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyambut baik harapan Presiden Joko Widodo yang mengatakan bahwa bantuan sosial beras harus memenuhi beberapa kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan sosial tunai diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan menjadi pengungkit yang efektif dalam menghadapi roda perekonomian, khususnya pada triwulan III tahun 2020. Instruksi Presiden, oleh karena itu, Kementerian mendorong rencana menarik diri dari perekonomian. Bagi Bansos, Beras dapat membantu mengurangi beban keuangan sebagian masyarakat. Bantuan sosial dalam bentuk uang tunai harus mendorong belanja publik, yang akan membantu menstimulasi perekonomian. Bansos Beras akan disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH), Total Target Program 10 Juta Dinar Kuwait – Baca: Negara Diduga Merugi Rp 344 Juta dan Disebut Bulukumba Covid- 19 Korupsi bansos- “Untuk bansos, beras dibagikan setiap bulan sebanyak 15 kilogram setiap tiga bulan. Lalu, untuk uang bansos disalurkan sebesar Rp. Katanya:” 500.000 / KPM. “Nanti uang bansos akan diberikan melalui jalur Himalaya, khususnya bagi KPM yang sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kanal juga bisa digunakan secara efektif melalui pos dan jalur langsung. Pada saat yang sama, pendistribusian bansos beras harus dilakukan oleh Perum Bulog. Sedangkan anggaran 9 juta penerima bantuan tunai adalah 4,5 triliun rupiah. Indikatornya daya serap atau capaiannya kuat. “Dalam perkembangan Kemensos, Alhamdulillah raih anggaran tertinggi di anggaran 5 K / L dengan anggaran tertinggi. Prestasi, ”kata Juliari, Menteri Sosial.

Anggaran Kemensos tahun anggaran 2020 dipatok sebesar Rp 62,77 miliar. Dalam rangka menunjang tugas di bidang program perlindungan sosial, Kemensos telah mendapat tambahan untuk membuat anggaran Kementerian Sosial. Menjadi Rp 104,4 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp 124,76 triliun, dari saat ini Rp 134,008 miliar.

Dengan anggaran yang sangat besar, Kemensos tetap dapat mengelolanya dengan baik. Menurut tahun 2020 Pada 10 Agustus 2005, Kementerian Sosial dari lima kementerian dan komisi Pagu Besar masih menduduki puncak daftar dengan 55,74%. Lima kementerian Pagu Besar mencatat hasil rata-rata Pencapaian 46,32%.

“Kami terus mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo tentang pencapaian anggaran menteri. Semoga ini bisa membantu mendukung daya beli masyarakat, katanya, dan mendorong pembangunan ekonomi. “(*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *