TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah menandatangani kesepakatan (MoU) (LSP) Program Sertifikasi Tipe 2 atau P2 Biro Sertifikasi Profesi melalui Administrasi Umum Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Kementerian Tenaga Kerja dan BNSP berkomitmen untuk melaksanakan program standar pelatihan dan sertifikasi di BLK. Hal ini dilakukan agar seluruh rencana pelaksanaan pelatihan vokasi Indonesia menjadi setara.

“Saya sangat senang kami sekarang memiliki sistem sertifikasi. Melalui kesepakatan kedua pihak, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa BLK memiliki standar yang sama, yaitu standar yang dibutuhkan untuk lingkungan kerja,” General Manager Binalatas Kemnaker Bambang Satrio Lelono (25) / 6) Dikatakan di kantor BNSP di Jakarta.

Terkait kondisi COVID-19 saat pandemi ke-19, Dirjen Bambang menyatakan pihaknya tidak hanya menyusun rencana pelatihan secara offline, tetapi juga rencana pelatihan online. – “Saya berharap program diklat online juga bisa diikuti oleh LSP. Sertifikasi juga dilakukan secara online. Hal ini akan memudahkan kita. – Banyaknya tugas dan sertifikasi diklat,” ujarnya.

Ketua BNSP Kunjung M mengatakan sesuai kesepakatan, pelatihan di semua daerah diberikan secara merata. Misalnya, pelatihan car riding di Papua dan Aceh dilakukan sesuai jadwal pelaksanaan pelatihan yang sama.

“Melalui penandatanganan, rencana pelatihan di semua daerah akan sama, dan akan digunakan tiga metode., Apakah profesional atau terpadu? Selama ini ada standar, tetapi cara pelaksanaannya berbeda. J. Hope in Setelah itu, rencana pelatihan tidak akan berbeda lagi. Pihaknya adalah proses pengakuan akhir. Oleh karena itu, BNSP melalui LSP menjamin kualitas pelatihan, terutama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan sertifikasi.

Nota Kesepahaman Penandatanganan tersebut sebenarnya dibantu oleh 30 pimpinan BLK, Ketua LSP P2 BLK.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *