JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi (Mendez PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Sekretaris Jenderal Anwar Sanussi, pejabat senior United Nations Development Programme (UNDP) Pertemuan virtual Indonesia diadakan di kantor Kalibata. (14/5/2020) Virtual meeting diadakan untuk membahas lebih lanjut rencana kerjasama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) yang akan dikembangkan bersama oleh Kementerian Kesehatan PDTT dan UNDP Indonesia. — UNDP mengemukakan empat poin kepada Departemen PDTT pada pertemuan ini, poin pertama adalah respon terhadap COVID-19 di tingkat pedesaan, terutama respon terhadap Program Tenaga Tunai Pedesaan (PKTD). -Poin kedua, di tingkat desa, indeks pembangunan desa (IDM) dan kerangka monitoring dan evaluasi tingkat desa telah sesuai dengan indikator dan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pembahasan berikut Intinya, masyarakat menggunakan platform inovasi, pendekatan partisipatif yang komprehensif terhadap penggunaan sistem ideologis dalam upaya pembangunan sosial dan ekonomi di pedesaan, termasuk dampak COVID-19.

Pembahasan terakhir adalah penguatan komunikasi dan promosi serta “sharing knowledge” tentang keberhasilan praktek Kementerian Kesehatan, PDTT di tingkat nasional, regional (ASEAN atau Asia Pasifik) dan global untuk mempercepat terwujudnya keberlanjutan di Indonesia Kembangkan tujuan dan berikan kontribusi dalam skala global. -Abdul Halim Iskandar, atau menteri yang sering disapa Gus, mengapresiasi upaya UNDP dalam pembangunan pedesaan.

“Kalau kita bahas, saya akan sangat bersyukur dan sangat senang. Kemudian ada kesamaan sudut pandang, yaitu kesepakatan pembangunan desa di Indonesia menjadi desa non-desani,” kata mantan ketua ketimuran itu. DPRD Jawa. Pengganti Menteri Gus, Pas Desani, merupakan desa dengan visi global namun tetap bertumpu pada landasan budaya.

“Pembangunan Indonesia tidak bertumbuh dari akar budaya. Pembangunan desa tidak bisa lepas dari sumber daya manusia. Makanya dalam paradigma pembangunan pedesaan, kita harus bertumpu pada akar budaya,” kata Gus. Kata Menteri-Oleh karena itu tambah Menteri Gus, yang sudah menjadi pembahasan kita. Saya berharap karena keadaan ini, tindakan sangat dibutuhkan. – “Menurut saya lebih cepat lebih baik, sehingga kita bisa segera mengambil tindakan. Untuk mengambil tindakan segera dibutuhkan banyak konsensus. Saya setuju, secepatnya. Mantan ketua DPRD Jombang itu menyimpulkan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *