TRIBUNNEWS.COM-Kelompok kerja untuk mempromosikan manajemen Covid-19 mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (25/6/2020) bahwa 112 wilayah dan kota telah terdaftar sebagai kawasan hijau.

“Yang dimaksud dengan area yang dibagi dengan area hijau atau tidak terkena adalah area yang tidak ada kasus atau kasus COVID-19 yang tercatat, tetapi menghilang selama 4 minggu, kasusnya sudah hilang dan sembuh 100%, “” Guru Besar Timnas Ahli Wiku Bakti Bawono, kata Adisasmito, dikutip dari situs resmi Covid19.go. Fr .

Melihat beberapa daerah di Indonesia masuk zona hijau, Ketua Pokja Nasional Manajemen Nasional Covid-19 Doni Munardo mengesahkan pembukaan kembali kawasan berstatus kawasan hijau dan kuning untuk industri pariwisata. Duny mengatakan, membuka pariwisata harus melibatkan berbagai tokoh masyarakat, tokoh budaya dan agama, dan tujuannya untuk mendapatkan dukungan masyarakat luas saat kebijakan tersebut diberlakukan. –Selain pariwisata, kini dinas pendidikan juga bersiap untuk menyelenggarakan lagi pembelajaran tatap muka.Dan Kebudayaan nomor 01 / KB / 2020, Menteri Agama nomor 516 tahun 2020, Menteri Kesehatan nomor HK.03.01 / Menkes / 363/2020, dan urusan dalam negeri. Menteri Kementerian No. 2020-440-882. Sesuai dengan SK tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlibat dalam berbagai aspek terkait, seperti pokja percepatan penanganan Covid-19, departemen koordinasi PMK, BNPB dan panitia XPR RI .- “Tentang Covid-19 Prinsip mengeluarkan kebijakan pendidikan pada saat pandemi adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat, ”ujar Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem Makarim menambahkan anak-anak pada tahun ajaran 2020/2021 Tahun ajaran baru pendidikan, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah akan terus dimulai pada Juli 2020. Namun, ia menekankan bahwa pembelajaran tatap muka hanya perlu dan diizinkan untuk wilayah yang termasuk dalam kategori kawasan hijau. Sisa 6% siswa berada di kawasan hijau.- — Bahkan jika mereka mengizinkan pembelajaran tatap muka di zona hijau, Nadim menekankan bahwa semua pihak harus memperhatikan prosedur kesehatan dengan serius. Dia berkata: “Di zona hijau, kami mengizinkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi harus sangat ketat Persetujuan. “-Nadiem menjelaskan, bagi satuan pengajar yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka, syarat utamanya adalah sekolah harus berada di kawasan hijau. Syarat kedua adalah mendapat izin dari pemerintah daerah.

“ Syarat kedua adalah pemerintah daerah atau pemerintah daerah. Atau Kementerian Agama memberi izin, ”kata Nadiem. Syarat ketiga, dinas pendidikan atau sekolah harus memenuhi checklist persiapan belajar tatap muka. Syarat keempat, orang tua memperbolehkan anaknya ikut belajar tatap muka. Nadiem menjelaskan jika tidak bisa dipenuhi Salah satu dari kondisi ini tidak akan memberikan izin untuk belajar tatap muka. Menurutnya, persyaratan tersebut mutlak dapat dicapai.

“Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, siswa akan melanjutkan belajar di rumah, Selain itu, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Universitas Semarang Budiyono mengimbau agar setiap orang tetap menerapkan dan menerapkan prosedur sanitasi yang berlaku meski berada di kawasan hijau .

Penulis : Dea Duta Aulia / Editor: Dana Delani

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *