Bangui TRIBUNNEWS.COM-Mengurangi prevalensi pengerdilan pada anak-anak muda adalah upaya strategis oleh pemerintah untuk mencapai sumber daya manusia yang unggul untuk meningkatkan daya saing pembangunan. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018 (Riskesdas), Indonesia masih sangat Tinggi, mencapai 30,8%.

Pada Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian pada 28 Januari 2020, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa salah satu tujuan kebijakan pembangunan pertanian adalah untuk mengurangi timbulnya stunting .— Kementerian Keamanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi, kepala lembaga, mengatakan upaya untuk mengurangi stunting membutuhkan sinergi dari program lintas sektor dari pusat ke berbagai daerah. Agung mengatakan: “Kementerian Pertanian telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan enam kementerian untuk bekerja sama untuk mengurangi area rawan kerawanan pangan, termasuk pemberantasan kemiskinan dan pengurangan stunting.” Pada Sabtu (8 Februari 2020) di Banjarmasin Menyikapi Hari Pers Nasional (HPN).

Agung mengungkapkan bahwa untuk mengurangi stunting, Kementerian Pertanian melakukan intervensi melalui berbagai program. Selain itu, menurut Agung, intervensi sensitif Kementerian melalui Biro Keamanan Pangan termasuk meningkatkan akses pangan, akses dan penggunaan melalui taman pangan berkelanjutan, memperkuat cadangan pangan, pertanian keluarga dan mengembangkan diversifikasi pangan. – “Berbagai intervensi harus mengurangi prevalensi pengerdilan dari 30,8% pada 2018 menjadi 19% pada 2024,” kata Agung. Untuk mencari intervensi yang mendukung dalam bentuk meningkatkan produksi berbagai makanan, seperti meningkatkan produksi tanaman pangan berbasis sosial, meningkatkan populasi, produktivitas dan kualitas genetik ternak, untuk mendorong produksi produk hortikultura yang kompetitif dan ramah lingkungan. — Pemimpin redaksi Kompas Ninuk Mardiana Pambudy juga menghadiri pertemuan tersebut, menyatakan upaya mereka untuk mengatasi upaya antar-departemen yang menghambat pembangunan alam, termasuk media yang memainkan peran penting dalam memantau pembangunan. Ninuk mengatakan bahwa media harus sepenuhnya dan komprehensif memahami situasi di lapangan.

Agung berharap pers dapat memainkan perannya dengan mengatakan fakta di lapangan dan upaya pemerintah untuk mengurangi hambatan.

“” Jika ada fakta di lapangan, sebarkan fakta, tetapi tidak terbatas pada ini. Agung menyimpulkan bahwa pemerintah telah melakukan upaya dan intervensi serupa.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *