TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah mengerahkan banyak Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sentra produksi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Alat pencegahan yang dihasilkan antara lain masker, hand sanitizer, sabun, alat pelindung diri (APD), limbah sistem injeksi cairan sabun dan ruang desinfeksi. Dan memproduksi 2.740 lapisan APD.

Semua alat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari BLK ke semua pihak yang membutuhkan (termasuk agen TNI dan POLRI); petugas rumah sakit dan kucing; stasiun pengolahan Covid-19 dan BNPB; pelari jalan dan Ojol; pasar dan jalan Penjaja; -Barang ini juga didistribusikan ke aparat keamanan di berbagai kementerian, instansi pemerintah daerah dan swasta; masyarakat dan lingkungan sekitar BLK / BPP; tempat ibadah; asosiasi medis; dan tempat umum serta masyarakat umum yang membutuhkan pelayanan. Rencana aksi tersebut sebagai bentuk dukungan untuk mendukung penyebaran Covid-19. Aksi tersebut melibatkan BLK Pusat (UPTP), BLK Pemerintah Daerah (UPTD), BLK masyarakat dan Balai Pengembangan Produktivitas (BPP).

“Kami terus aktif mengoptimalkan sumber daya pelatihan BLK dan BPP di BLK pusat dan daerah serta tingkat masyarakat. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam siaran persnya dari Humas Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa:” Industri garmen, mekanisasi pertanian, pengelasan dan Tingkatkan produktivitas untuk menghasilkan alat pencegah penyebaran Covid-19 “(7/4). Menaker menjelaskan, operasi pembuatan masker tersebut melibatkan 15 BLK UPTP, 129 UPTD BLK dan 4 BLK masyarakat, yakni BBPLK Semarang dan 21 BLK pembantu. BLK; BBPLK Medan (14 assist) BBPLK Bandung (12 BLK assist); BBPLK Serang (13 BLK assist); BBPLK Bekasi (15 BLK); Banda Aceh (10 assist); BLK Padang (support) 11 BLK); BLK Surakata (bantuan 8 BLK); BLK Makassar (17 bantuan BLK); BLK Samarinda (2 bantuan BLK); BLK Banyuwangi; BLK Sorong (4 bantuan BLK); BLK Ambon (2 bantuan BLK); BLK pembantu); BLK Kendari (3 BLK pembantu); dan BLK Ternate (1 BLK).

“Tahap pertama sudah diproduksi 180.875 masker. Alat pencegahan Covid-19 diproduksi sesuai dengan standar kebersihan. Selama proses produksi, konsultasi dilakukan dengan departemen terkait. Menda Ida mengatakan: “Selama periode ini juga dialokasikan 8 BLK pusat dan BPP untuk produksi hand sanitizer yaitu BBPLK Medan, BBPLK Semarang, BLK Makassar, BLK Banda Aceh, BLK Kendari, BLK Lembang Menaker Ida menjelaskan: Delapan BLK dan BPP ini menghasilkan 8.500 liter hand sanitizer. Selain itu, ada 6 BLK pusat dan 4 BLK daerah yang bertanggung jawab atas produksi kios desinfeksi. Yaitu BBPLK Bekasi, BLK Surakarta, BLKPP DIY, BLK Padang, BLK Makassar, BLK Gorontalo, BLK Takalar, BLK Majene, BLK Samarinda Dan BBPLK Bandung.

Selama periode ini telah diproduksi 2740 kaos APD.Ada 8 BLK pusat yaitu BBPLK Semarang, BLK Banyuwangi, BLK Makassar, BLK Ambon, BLK Surakarta, BLK Padang, BLK Kendari dan BLK Samarinda .

“Tangki air yang dibuat dengan sistem mesin brewing ini diproduksi oleh BLK pusat yaitu BLK Lembang. Menteri Tenaga Kerja menjelaskan, BLK ini bisa memproduksi 20 tanki.

Menaker Ida berharap alat pencegah penyebaran Covid-19 yang diproduksi BLK dapat memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. Aida berkata: “Ini adalah bagian dari upaya bersama kami untuk memerangi Covid-19.” (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *