OKU’s TRIBUNNEWS.COM-Selama Ramadan, bahkan saat wabah Covid-19 pun, produksi pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus berkembang. Petani di banyak daerah seperti Ogan Komering Ulu (OKU) dan Empat Lawang telah tertarik untuk menanam dan memanen padi. ​​

Kurang dari 40 hektar dari total area penanaman 240 hektar. Selama kurun waktu tersebut, di Kabupaten Empat Lawang, acara berlangsung di beberapa wilayah, antara lain Pendopo, Muara Pinang, Tebing Tinggi, Talang Padang, Pasmah Air Turbid dan Lintang Kanan. Ciherang digunakan, dan rata-rata hasil panen kering pangan (GKP) 7,2 ton / ha. Harga jual gabah saat ini berkisar dari Rp4.000 hingga Rp4.100 per kilogram.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap harga serealia tidak turun pada saat panen raya yang pasti merugikan petani.

“Kita harus bersama-sama menjaga ketersediaan pangan. Tapi jangan lupakan kesejahteraan petani dan jaga agar harga gabah tidak jatuh,” kata Menteri Pertanian SYL. — Menteri Pertanian mengumumkan SYL bahwa ia akan mengawasi benih terhadap hama tanaman (OPT) untuk memaksimalkan hasil. Tentunya, terus mengimplementasikan “Evakuasi Sosial dan Kesepakatan Kesehatan” yang direkomendasikan oleh pemerintah. Kredit Komersial Rakyat (KUR). Melalui Kostraling ini kami berharap hasil petani tidak dimainkan oleh perantara, melainkan langsung dibeli oleh mitra atau pabrik sebagai penjamin petani, ”ujar Menteri Pertanian. Mesin pertanian (Alsintan) digunakan dalam proses panen dan penaburan. ).

“Dengan Alsintan, proses pembibitan atau pemanenan hanya bisa dilakukan oleh satu atau dua orang. Tapi hasilnya selalu lebih besar dan lebih cepat, “Sarwo Edhy menjelaskan. -Kalaupun tetap menggunakan cara panen konvensional, lanjut Sarwo Edhy, petani harus menjaga jarak tidak terlalu dekat. Pakai masker, Makan makanan seimbang untuk menambah kekuatan fisik, dan rajin berolahraga-Baca: Distribusi Rasio Baru 33,70%, Kementan Bantah Kekurangan Pupuk

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *