TRIBUNNEWS.COM-Profesor Rully Indrawan, Sekretaris Departemen Koperasi dan UKM, menekankan bahwa partainya (pemerintah) harus menerbitkan rencana koperasi yang benar-benar dapat membantu anggotanya yang tidak dapat membayar kembali pinjaman karena mereka memang terkena pinjaman. Prevalensi virus Covid-19.

Rencana rencananya adalah mengendurkan bisnis perbankan dan LPDB KUMKM untuk pinjaman koperasi. Kedua, menyediakan rencana pinjaman khusus untuk koperasi yang memiliki masalah likuiditas karena kebijakan fleksibilitas internal, atau memperkenalkan kebijakan baru untuk membantu anggota yang kegiatannya terganggu oleh bencana Covid-19. — Ketiga, bebaskan pajak koperasi atas objek terkait. Profesor Larry mengeluarkan pernyataan (3/9) di Jakarta pada hari Minggu: “Keempat, mencegah kebijakan sepihak pemerintah daerah dari merusak kredibilitas dan keberlanjutan koperasi.”

Profesor Larry sekarang menyadari situasi abnormal , Untuk merugikan siapa pun, termasuk pemerintah. Dia berkata: “Saya tidak pernah ingin mengambil keuntungan dari situasi ini.”

Profesor Rully menunjuk koperasi simpan pinjam (KSP) dengan pemilik dan klien yang sama. Karena itu, ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kebijakan fleksibilitas atau penangguhan pembayaran ditentukan oleh mekanisme Majelis Umum. Profesor Rully berkata: “Anggota memutuskan apakah suatu kebijakan bermanfaat bagi koperasi.” Pada saat yang sama, Supomo, manajer umum LPDB KUMKM, menjelaskan bahwa partainya telah mulai menghitung atau mempelajari apa yang dikatakan presiden. Qiao Kewei Supomo mengatakan: “LPDB akan memberikan perhatian khusus pada fleksibilitas koperasi sebagai mitra. Misalnya, reorganisasi terkait dengan keterlambatan biaya.” Untuk Supomo, LPDB dapat terus mempertimbangkan masalah fleksibilitas berdasarkan pertimbangan OJK. Supomo menyimpulkan: “Jangan khawatir, kami sedang mempertimbangkan untuk bekerja dengan mitra. Dalam keadaan seperti ini, tidak ada manfaat yang tidak akan berkurang. Pada dasarnya, LPDB siap untuk merilekskan mitra-mitranya.” (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *