TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengimbau semua pihak termasuk swasta, BUMN dan masyarakat untuk membantu UMKM terus berproduksi guna mendukung sektor entitas terbawah di Indonesia selama pandemi COVID-19.

— “Saya harus jelaskan bahwa pelaku UMKM, khususnya di industri mikro, memiliki 64 juta unit usaha. Ini bukan masalah kecil, tapi masalah besar. Oleh karena itu, ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi Di sektor swasta dan masyarakat, “Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pada talkshow Selamat Pagi Indonesia bahwa pada pukul 10.00 WIB bertema” Menghadapi Covid -19, Bangkitnya UMKM! “, Acara pada hari Kamis. Siaran langsung di Jakarta.

Tiga pembicara menghadiri pertemuan di lokasi masing-masing dan membuat komentar melalui konferensi video atau pertemuan virtual. Pada kesempatan ini, pembicara yang menyampaikan pandangan mereka adalah CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan CEO BenihBaik.com Andy Flores Noya. Tetten mengatakan pemerintah telah mengambil banyak langkah khusus untuk menjaga daya beli produk UMKM. Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah sedang mempersiapkan dua langkah stimulus khusus untuk mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat untuk produk-produk UMKM selama epidemi COVID-19.

“Untuk memperkirakan dampak ekonomi COVID-19, koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah sedang mempersiapkan beberapa rencana. Salah satunya adalah meningkatkan daya beli usaha kecil dan menengah, yang disetujui oleh Presiden, dengan anggaran sebesar Rp2 triliun. , “Kata Teten. Teten mengatakan, dengan harapan 2 juta orang akan meningkatkan daya beli UMKM sebesar Rs 10 triliun, kemudian paket stimulus kedua akan merangsang sektor mikro dalam bentuk bantuan tunai.

“Secara teknis kami memiliki beberapa model dalam persiapan. Saat ini kami sedang menggalakkan jasa pengiriman termasuk tukang ojek online.” Untuk itu, ia menegaskan, pemerintah harus bekerjasama dengan e-commerce. Ia mengatakan: “Agar jarak sosial efektif, harus dicari solusi agar jarak sosial ini menghasilkan produktivitas.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *