Pandeglang TRIBUNNEWS.COM-Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Budi Januardi bersama anggota kelompok tani Poktan di Desa Sukasari, wilayah Plosari, untuk pertama kalinya memanen padi tadah hujan. , Selasa (4 Juli 2020).

Sebagian besar produksi beras nasional masih bersumber dari produksi padi sawah, sedangkan produksi beras dataran tinggi hanya menyumbang 5% dari total produksi beras negara. Dulunya lahan ini tidak digunakan untuk tanaman pangan, “kata Budi.

Baca: Menteri Pertanian SYL: Minat masyarakat berbelanja di pasar Mitra Tani meningkat

Budi ) Mengatakan melalui Balai Penelitian Teknologi Pertanian, benih padi yang ditanam seluas 13 hektar, termasuk 9 hektar bantuan yang diberikan oleh pemerintah (Kementerian Pertanian (BPTP), sedangkan yang 4 hektar merupakan lahan swadaya petani.Pada saat yang sama, kata Budi, sudah ditanam Empat jenis benih yaitu Situ Bagendit, Invago 8, Invago 10 dan Invago 12 “.- Budi Januardi berterima kasih kepada para petani atas antusiasmenya, terutama Poktan Haur Tutul yang menyumbang hasil panen tinggi. Varietas Invago dari provinsi ini menghasilkan 7,3 ton. Varietas Situ Bagendit menghasilkan 4,5 ton / ha. Bupati Pandeglang Irna Narulita menjelaskan bahwa antara Maret dan Mei 2020 akan ada sekitar 48.934 hektar padi yang dipanen dengan 157.405 ton gabah kering sekam .

” Panen ini merupakan hasil dari musim tanam padi seluas 68.104 hektar dari Oktober hingga Maret 2020 yang terdiri dari padi. ​​Erna mengatakan: “Luas sawah 57.762 hektar, dan padi kering 10.342 hektar.” – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelumnya meminta kepada seluruh Kepala Dinas Pertanian dan Daerah serta BUMD lainnya agar berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta jiwa Indonesia. SYL mengadakan video conference dengan Kepala Dinas Pertanian Indonesia pada hari Jumat (4 Maret 2020) Berkata: “Mari kita selesaikan masalah pertanian ini dengan ikhlas, kita semua siap menjadi pahlawan.”

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *