TRIBUNNEWS.COM-Lima kementerian sepakat pada rapat kerja gabungan ke delapan Komite DPR untuk memperkuat Data Kesejahteraan Sosial Menyeluruh (DTKS). Data kemiskinan yang andal merupakan kunci keberhasilan implementasi program perlindungan sosial.

Kali ini Menteri Sosial Juliari P. Batubara memaparkan proses pemutakhiran data untuk mendukung berbagai rencana Kementerian di beberapa tingkatan. Urusan sosial, termasuk perlindungan sosial rencana. Proses multi level ini dimulai dari wilayah.

UU No. 16 mengatur peran pemerintah daerah dalam memutakhirkan data kemiskinan. 23 Februari 2014, terkait dengan pemerintah daerah dan Undang-Undang Nomor 23, 13 13 Tahun 2011, tentang Pengelolaan Masyarakat Miskin.

Menteri Sosial menegaskan bahwa kedua peraturan tersebut berperan penting dalam menentukan verifikasi dan verifikasi (verivali) data kemiskinan yang relevan bagi pemerintah daerah. Dikelola oleh Kementerian Sosial. Ini ditentukan oleh perangkat desa / desa secara keseluruhan, desa / desa tersebut ditentukan oleh umat Islam kemudian dilaporkan ke daerah / kota, kemudian ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Berdasarkan data yang kami peroleh, sejak tahun 2015 masih ada 92 daerah / kota yang belum update datanya. “Menteri Sosial DKI Jakarta mengatakan pada Rabu (1 Juli 2020) bahwa verifikasi data kemiskinan” yaitu desa, Menteri Urusan Daerah Miskin dan Keimigrasian (Mendes PDDT) Abdul Halim Iskandar, Direktur Partai Rakyat / Bappenas Sohar Monoafa, Dirjen Kependudukan dan Kewarganegaraan, Kementerian Dalam Negeri ( Dukapil), Direktur Departemen Keuangan Kementerian Keuangan dan ahli pengeluaran. Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Rapat tersebut dipimpin oleh Yandri Susanto, Ketua Panitia Kedelapan, serta para wakil ketua dan beberapa anggota terkait yang diselenggarakan secara online. Menteri Sosial mengatakan, data DTKS sudah sesuai dengan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Dihitung oleh NIK, terhitung 81%. Ia mengatakan: “Kita akan terus match agar target tahun ini 100%.” — Dalam rangka pemutakhiran data, tidak kurang dari 103 daerah / kota telah aktif melakukan pemutakhiran data komprehensif rumah tangga miskin di daerahnya masing-masing- — “Tidak kurang dari 103 daerah / kota telah memperbaiki datanya, yaitu lebih dari 50% data rumah tangga di wilayah tersebut. Kemudian tidak kurang dari 504 daerah / kota yang terdaftar aktif memperbaiki / mengirim uang bansos (BST) data, “tambahnya.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *