TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial Juliari P. Batubara memenuhi janji Presiden Joko Widodo untuk membanjiri korban di kawasan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Jiwa tersebut bernilai 3,72 milyar dollar AS.

Nama panggilan Mendiknas Ali mengatakan: “Inilah pemahaman masyarakat di kabupaten Sukajaya, khususnya di 4 desa terdampak longsor.”

Baca: Tinjauan Manajemen Chokove di Timur Pada KTT Covid-19 Provinsi Jawa, kepala daerah diminta memantau bansos – Menteri Sosial juga menjelaskan bahwa beberapa hari pascabencana, ia mendampingi Presiden dan masih terjadi longsor di berbagai daerah.

“Kalaupun presiden ada di sini hujan, jadi kami takut. Itu kan presiden dan beberapa menteri besar di sini. Saya bilang ayo kita buruan buruan gitu,” mantan anggota DPP itu. Mengatakan. Ada dua periode untuk mengingat peristiwa pada saat itu. Brigjen Pepen Nazaruddin dan Korem 061 / Surya Kencana, Lembaga Jaminan Sosial Kementerian Sosial. TNI Agus Subiyanto .

Menteri Sosial mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor dan Danrem 061 yang telah membantunya memenuhi janji Presiden Yoko Widodo.

Mensos juga mengingatkan Bupati untuk mengkaji daerah rawan bencana ke Bogor: “Saya kira sudah banyak dilakukan kajian komprehensif di banyak daerah rawan longsor,” kata Mensos.

“Artinya meski tidak mudah di tempat kejadian, namun kawasan ini tetap layak untuk ditinggali, karena meskipun kawasan tersebut masih berpenghuni, meski banyak penduduk yang tinggal di dalamnya, akan menunggu hingga bencana alam terus memakan korban. Bencana alam pasti akan terjadi di Indonesia, tapi jika tidak ada warga yang hidup, Mendagri menjelaskan kerugian tersebut terutama korban jiwa bisa diminimalisir. ”Pada Januari 2020, banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hujan deras terjadi di 4 sub-zona di kawasan B. ogor (yaitu, Distrik Nangon, Distrik Cigudeg, Distrik Sukajaya dan Distrik Jasinga).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *