Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Olahraga Pemuda Indonesia (Kemenpora) sudah menunggu sekitar 10 tahun untuk mengupayakan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Tertinggi Republik Indonesia (BPK). Komentar (LHP) Kementerian Pemuda dan Olahraga Review Laporan Keuangan 2019, Auditorium Wisma Senayan Kemenpora, Jakarta, Rabu (22/7/2020) pagi. Jika laporan keuangan menjadi pertimbangan, tidak ada salah saji material dalam informasi yang diberikan oleh BPK.

Jika laporan keuangan menerima pendapat tersebut, artinya auditor berkeyakinan bahwa berdasarkan bukti audit yang dikumpulkan, perusahaan / pemerintah dianggap telah menerapkan dengan benar prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan dalam hal terjadi kesalahan maka kesalahan tersebut adalah Ini dianggap tidak penting dan tidak berdampak besar pada pengambilan keputusan. Setelah sekitar 10 tahun perjuangan panjang, tidak ada komentar (TMP) atau sanggahan.

Hasil memuaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia bertajuk WTP merupakan hal yang harus dijaga dan menjadi tanggung jawab negara untuk memasukkan keuangan ke dalam anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Hasil ini menggembirakan, dan ini juga merupakan tantangan yang kami hadapi. Mencapai CAP adalah tugas yang berat. Saya pikir dibandingkan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, perlu untuk mempertahankan kerugian yang lebih besar dan lebih luas di masyarakat. Gambar, “katanya. Wanita yang pandai di Kemenpora. –Menpora dan stafnya bertekad untuk menggerakkan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui lima (5) rencana prioritas dalam lima tahun ke depan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *