JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah meminta kepada Kepala Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kadisnaker) untuk segera melakukan pencatatan data tenaga kerja yang dapat memperoleh manfaat dari sertifikat pra kerja, khususnya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terkena wabah Covid. kirim pulang. 19. Ida Fauziyah, Menteri Sumber Daya Manusia, mengatakan: “Kami berharap Kadisnaker dapat segera mengumpulkan dan melaporkan data pekerja yang di-PHK dan diberhentikan oleh Covid-19, pekerja formal dan informal, dan UMKM untuk mendapatkan kartu pra-kerja.” . Pada Rabu (1/4/2020), Kementerian Ketenagakerjaan DKI Jakarta dan Kadisnaker dari seluruh Indonesia berbicara dalam rapat koordinasi perencanaan pra kerja melalui telekonferensi – Menaker Ida menjelaskan bahwa Kadisnaker telah diminta untuk memberikan semua data-oleh karyawan. Alamat berupa nama; nomor kontak; NIK; email; dan kantor.

Pengumpulan dan pelaporan data diharapkan selesai dalam waktu dekat minggu ini sehingga proses pelatihan pra-kerja dapat dilakukan. Mulailah dengan cepat mengakses layanan pelatihan online, terutama bagi karyawan yang telah dipecat atau di-PHK. -Penaker Ida menambahkan bahwa pekerja yang di-PHK dan dipulangkan dapat menggunakan program kartu prakerja selama memenuhi persyaratan. Hentikan atau pecat keluarga.

“Jika tidak memenuhi syarat, maka akan langsung didiskualifikasi. Misalnya peserta yang berusia di bawah 18 tahun atau sedang bersekolah, atau peserta sudah mendapat bantuan dari program PKH,” ujarnya. Pencari kerja atau pekerja yang mencari layanan pelatihan kejuruan (kualifikasi dan kualifikasi). Kualifikasi berlaku bagi pencari kerja dengan status lulusan baru, termasuk lulusan baru dari sekolah atau perguruan tinggi.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *