Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Dewan Pengembangan Ideologis Pancasila (BPIP) mendorong para guru Pancasila dan Pendidikan Masyarakat (PPKn) untuk melayani sebagai duta besar dan memimpin Pancasila. Alasannya adalah bahwa guru adalah tulang punggung keturunan negara itu.

“Guru adalah pemimpin kegiatan dan proses pendidikan. Saya berharap guru berperan aktif dalam menyukseskan penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada generasi penerus negara yang mencerminkan pemikiran Pancasra,” Badan Pembinaan Ideologi Pancasra (BPIP) Anggota Dewan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Babby Siti Salamah mengatakan pada acara pembinaan ideologi Pancasila untuk 174 guru bertema PPKn di Bogor, Selasa (4/8/2020).

Ini mengevaluasi PPKn penting, mendidik dan melatih guru. Karena guru dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka untuk memahami ideologi Pancasila.

“Guru mata pelajaran PPKn juga harus mengembangkan dan meningkatkan keterampilan mereka, terutama untuk sistem ideologis Pancasila, yang mencakup nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.”

Pada saat yang sama, Direktur BPIP Yudian Wahyudi mengatakan bahwa pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan ideologis Pancasila sangat penting untuk menjaga kesadaran Pancasila akan kelangsungan hidup dan pekerjaan.

“Guru adalah salah satu pilar penting PIP, karena guru adalah alat paling langsung untuk berhubungan dengan siswa. Terutama dalam berbagai masalah pendidikan kita, seperti tren aktivisme,” kata Yudian Wahyudi di awal kegiatan Waktu.

Dia berharap guru PPKn dapat membawa nuansa baru untuk mempromosikan ideologi Pancasila.

“Saya harap para guru yang berpartisipasi dalam kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan profesional, dan keterampilan mereka.”

Kegiatan hingga Jumat, 7 Agustus 2020, selain partisipasi pemimpin BPIP, BPIP Haryono, wakil direktur departemen penelitian dan materi BPIP FX, juga berpartisipasi dalam acara tersebut. Siti Musdah Mulia Adji Samekto, Ketua Konferensi Pensiun dan Perdamaian Indonesia (ICRP), Marsudi Sarwono, Direktur Organisasi Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Ajriani Munthe Salak, Dosen Menengah di Sekolah Administrasi Nasional, dan Sus, Direktur Kementerian Perencanaan Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Kolonel Dendi Tuwidanterse.

Pada saat yang sama, seorang peserta Suharmi menikmati kegiatan ini, karena pendidikan dan pelatihan tentang ideologi Pancasila sangat berguna bagi para pendidik untuk membantu siswa. Dan menegakkannya.

“” Saya sangat berterima kasih atas pelatihan ini karena sangat penting bagi saya sebagai seorang pendidik, “kata Suharmi. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *