TRIBUNNEWS.COM-Menurut Presiden MPR RI Bambang Soesatyo, kekurangan sembako di beberapa provinsi kembali mengungkap persoalan klasik pengelolaan distribusi yang tidak efisien. Selama pandemi Covid-19, kebutuhan dasar tidak akan menambah masalah baru.

“Di tengah pandemi Covid-19, terlihat jelas peningkatan efisiensi distribusi kebutuhan pokok. Covid-19 telah mewabah di semua provinsi. Pembatasan sosial membawa segala akibatnya. Jangan sampai kekurangan sembako memperburuk masalah, ‚ÄĚkata Bambang Soesatyo dalam keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan efisiensi penyaluran sembako harus segera ditingkatkan. Oleh karena itu, daerah manapun bisa Seharusnya tidak menderita kekurangan kebutuhan dasar.

Menurut dia, semua orang tahu bahwa ketika kekurangan kebutuhan dasar mencapai skala yang ekstrim, masalah akan tiba-tiba meluas.

“Semua departemen pemerintah terkait (K / L) Keduanya harus mempertegas dua pernyataan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo. Pertama, pernyataan tentang kekurangan kebutuhan dasar di banyak bidang. Kedua, presiden meninjau potensi masalah. Dia mengatakan ini adalah gelombang kedua penyebaran dan penyebaran Covid-19 di Tanah Air, dan memerintahkan seluruh badan nasional untuk memperkuat pemantauan cluster baru penyebaran Covid-19. Dia berkata.

Bambang Soesatyo Ia menambahkan, Presiden telah menerima data 89.000 TKI yang masuk ke Indonesia. Bahkan, dimungkinkan menambah 16.000 pekerja migran. “Tidak ada yang mengharapkan gelombang kedua co-19 menyebar dan menyebar. Sebaliknya, pekerjaan sebenarnya untuk memutus rantai transmisi harus diperkuat. Makanya Presiden mengimbau masyarakat untuk mengurangi semua faktor jumlah penderita Covid-19 pada Mei 2020, “ujarnya. -Namun, dengan tambahan Bambang Soe satyo, kasus terparah belum dipertimbangkan. Jika penularan gelombang kedua menjadi Realistis, maka durasi pandemi Covid-19 akan diperpanjang.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *