Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Melacak dan menentukan Organisasi Maritim (IMO) melalui Surat Edaran No. COLREG.2 / Circ peraturan yang diadopsi di Selat Sunta dan Selat Lombok untuk mengadopsi Sistem Pemisahan Lalu Lintas (TSS) dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) .337 Mengenai langkah-langkah pemilihan rute selain pemisahan peta rute, dan sesuai dengan peraturan pemerintah tentang navigasi di No. 5 tahun 2010, Menteri Perhubungan diminta untuk menentukan rute, sistem rute, prosedur lalu lintas, dan area untuk mendarat sesuai dengan minat mereka. Transportasi laut telah melewati Keputusan Menteri Perhubungan No. KM, yang telah menyusun pedoman untuk kapal yang hanya melewati rute transit dan kapal yang menuju pelabuhan Indonesia. Konvensi No. 130 tahun 2020 tentang pembentukan sistem perutean di Selat Sunda.

“Saya menyambut organisasi acara ini, yang dapat digunakan sebagai sarana bertukar pengetahuan dan pengalaman, dan pertukaran sosial dengan para peserta untuk mengatur prosedur transportasi kapal yang melintasi Selat Probe dan Selat Pasifik TSS. Selat Lombok Untuk mendukung keselamatan dan keamanan navigasi dan memastikan perlindungan maritim di kawasan ini, TSS mengatakan dalam pidatonya pada kesempatan sosialisasi KM 130 di Jakarta 2020, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, Kamis (25 Juni 2020) .

Saat ini, rute pengiriman pedagang dari Asia Timur melewati Selat Malaka melewati Selat Rute dan Selat Lombok.

Tiga selat ini sangat penting. Dan rute transportasi strategis transportasi internasional, terutama negara-negara Asia Timur seperti Cina dan Jepang.

Chaq Begitu ada jalur transportasi ham di Selat Malaka, rute lain bisa melewati Selat Sanda dan Selat Lombok. Dia berkata: “Oleh karena itu, kedua selat ini adalah saluran transportasi padat yang biasanya digunakan untuk transportasi internasional.” Selain itu, ada jalur transit untuk kapal penumpang dari Jawa ke Sumatra dan dari Jawa ke Nusa Tenggara Barat.

— Intensitas lalu lintas maritim tentu akan mempengaruhi peningkatan jumlah kecelakaan maritim akibat tabrakan kapal.

Situasi ini mengharuskan semua pihak terkait untuk menemukan solusi segera dan menentukan langkah-langkah untuk mengurangi terjadinya bencana laut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *