TRIBUNNEWS.COM-Di era normal, Kementerian Sosial mendorong penguatan usaha mikro, yang juga akan mendorong pembangunan ekonomi.

Melalui Program Kewirausahaan Sosial (Prokus), 10.000 keluarga Keluarga Program Graduasi Harapan (KPM PKH) yang membuat atau memulai bisnis telah mengalokasikan dana stimulus stimulus modal bisnis (BSIMU) senilai 5 miliar rupiah.

Di masa lalu pandemi Covid-19, bantuan diberikan untuk merangsang kewirausahaan sosial dalam jumlah Rp 500.000 / KPM untuk membantu mendukung usaha mikro yang baru mulai bertahan dari tekanan ekonomi. . Setelah itu, KPM PKH Graduasi terpilih akan menerima bimbingan dan bantuan modal sosial sebesar Rp 3.500.000 per KPM untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut.

Juliari P. Batubara, Menteri Sosial RI, secara simbolis memberikan BSIMU kepada perwakilan dari 5 wilayah DKI Jakarta dengan harga 5 KPM dengan jumlah Rp 500.000 per orang. Dalam pidatonya di Kementerian Sosial Perancis (Bâtiment Aneka Bhakti), Juliari mengatakan: “Rencana kewirausahaan ini memang merupakan bentuk intervensi pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan lulusan KPM PKH dengan bisnis perintis. Penghasilan dari siswa. ”

Selain itu, Menteri Sosial juga menjelaskan bahwa Program Kewirausahaan Sosial adalah program dasar dari program pemberdayaan sosial Kementerian Sosial.

Edi Suharto, manajer umum pemberdayaan sosial, menambahkan bahwa rencana kewirausahaan, rencana sosial, didasarkan pada rencana yang komprehensif dan berkelanjutan yang diciptakan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dengan Ex The Hope Family . Karena itu, tidak hanya berdasarkan bantuan terus menerus. Mereka harus mandiri secara finansial dan tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

Selain itu, Menteri Sosial Juliari menekankan bahwa Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial harus memiliki tujuan. Karena setiap program harus memiliki tujuan untuk mengukur tingkat keberhasilannya.

Dengan bantuan TKSK ketika menerapkan rencana wirausaha sosial. Untuk moderator, pelatihan harus diberikan agar mereka dapat menempatkan KPM PKH Graduasi ke tingkat yang lebih sejahtera.

Selain distribusi BSIMU, Kementerian Sosial juga menyelenggarakan pelatihan teknis. Bimtek mengumpulkan 50 peserta, termasuk koordinator PKH, koordinator TKSK dan perwakilan KPM PKH Graduasi dari DKI Jakarta, dan para perintis bisnis mereka hadir secara langsung. 170 KPM PKH Graduasi dan asistennya di daerah tersebut. Selain berpartisipasi langsung dalam panduan teknis, ada juga peserta virtual. Konsultan sumber daya bimtek berasal dari praktisi wirausaha sosial. Direktur Jenderal Hari Sosial mengatakan: “Penempatan teknologi ini memang merupakan bentuk penguatan usaha mikro dengan memberikan pendidikan kepada usaha mikro sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka sendiri. – Dalam rencana tersebut, kewirausahaan sosial, , Biro Pemberdayaan Sosial Keluarga dan Organisasi Masyarakat (PSPKKM) menerapkan 3 model perencanaan kewirausahaan, yaitu model perawatan untuk penerima manfaat dengan potensi komersial, model pedoman untuk penerima manfaat dari bisnis yang dikembangkan dan inkubasi penerima manfaat dengan bisnis yang maju Model.-Menurut pengantar kegiatan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktur Jenderal Kesalahan Manajemen, Kepala Budiklit Penzos, dan Sekretaris Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktur Manajemen Sumber Daya Dana Relief, Direktur Kepahlawanan, Pelopor Oligarch dan Pemulihan Sosial, bertanggung jawab atas bir o Departemen Hubungan Masyarakat RI Kementerian Sosial, Tim Teknis Menteri Wilayah Linjamsos, Tim Teknis Menteri Wilayah PFM, dan Tim Teknis Menteri Departemen Dayasos. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *