Jakarta TRIBUNNEW.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah pemukiman kembali dan perlindungan galangan kapal Indonesia. “Dalam pidatonya Kamis lalu (18 Juni 2020) yang dirilis melalui konferensi video tentang catatan pedoman tentang peningkatan perlindungan ABK dan pengelolaan kapal penangkap ikan asing di Indonesia, Menteri Tenaga Kerja Ida mengatakan: Hibah dan merekrut perusahaan yang akan menempatkan kru. Proses pengumpulan data, proses pelatihan dan sertifikasi, proses pelatihan kru di masa depan, dan lisensi untuk proses pengawasan. “Kami benar-benar melakukan langkah-langkah evaluasi dan langkah-langkah perbaikan ini sehingga dampak masalah yang disebabkan oleh intervensi di masa depan dapat dikurangi Ke yang terendah. “Kata Menaker Ida.

Menaker Ida juga mengungkapkan bahwa Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia No. 18 tahun 2017 (PPMI) dengan jelas menyatakan bahwa awak kapal nelayan Indonesia yang bekerja di kapal b dengan bendera asing adalah bagian dari PMI- – Perlindungan PMI mencakup perlindungan sebelum, selama dan setelah bekerja.

“PMI juga dilindungi oleh hal-hal berikut: mengenai masalah hukum, sosial dan ekonomi,” katanya.

Mengenai pekerja migran di Indonesia Undang-undang yang baru akan memberlakukan dan melindungi hak dan kewajiban PMI dan keluarganya.

Tapi dia mengakui bahwa pada kenyataannya masih ada kekerasan dan perbudakan modern di laut, dan banyak hak dilanggar oleh PMI dan keluarganya .— Menaker Ida percaya bahwa untuk mencapai sistem yang lebih baik dalam pengelolaan pemukiman kembali kapal-kapal migran, potensi lautan nasional dan konten yang terkandung di dalamnya mutlak diperlukan untuk kebaikan bersama. Oleh karena itu, lautan Indonesia dapat ‚Äúdengan cara ini, sehingga di masa depan, para nelayan dan bahkan awak kapal penangkap ikan kami tidak akan lagi Hanya bekerja di kapal asing, tetapi juga di kapal Indonesia. “(*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *