TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan komunikasi secara sistematis dan terpadu untuk mendukung implementasi TSS di Selat Lombok pada 1 Juli 2020, Kementerian Transportasi dan Badan Maritim telah menggunakan kembali Apple di Selat TSS Lombok Patroli dan otoritas penegak hukum sebelum penggunaan TSS, dan pelepasan / penggabungan kapal milik negara dengan personel, — TSS Selat Sunda dan Selat Lombok terletak di jalur laut kepulauan Indonesia atau ALKI I dan ALKI II. . Selat Lombok sendiri merupakan rute transportasi internasional, dan kepadatannya sangat tinggi karena industri pariwisata di sekitarnya.Di antara perairan di sekitar Selat Lombok adalah Taman Olahraga Air Gili Matera dan Cagar Alam Laut Nusa Penida. – “” Untuk memastikan bahwa implementasi TSS (khususnya di Selat Lombok) dapat beroperasi dengan baik, kami telah mempersiapkan penegakan hukum dengan menyiapkan sistem prosedur operasi (SOP) untuk patroli dan penegakan hukum di bidang keselamatan lalu lintas polisi TSS Selat Lombok juga dapat melindungi Detroit dengan menurunkan personel patroli KPLP dan staf mereka untuk melakukan pengawasan. “Direktur Jenderal Transportasi Laut mengatakan pada Senin (29/6) bahwa pelabuhan tersebut dibaca oleh penanggung jawab pelabuhan Tanjung Perak. Dahri adalah inspeksi apel di terminal Mirah di pelabuhan Tanjung Perak di Suraba, India Kasus ini mencatat sejarah baru, karena Ne gara adalah selat pertama di dunia dengan pulau atau pulau yang memiliki sistem pemisahan lalu lintas atau TSS, yaitu Selat Sun Ta dan Selat Lombok, pada Juni 2019 , TSS diciptakan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan akan segera diimplementasikan pada 1 Juli 2020. TSS, Sun Ta Strait dan Lombok Strait keselamatan transportasi laut dan perlindungan lingkungan laut dapat dilindungi dengan baik, dan pada akhirnya dapat Indonesia memiliki dampak positif dan meningkatkan citra Indonesia secara internasional, sehingga mewujudkan cita-cita Indonesia. Menjadi jalur pelayaran global, “kata Dahri.

– Keberhasilan ini adalah kebanggaan Indonesia, khususnya Kementerian Transportasi sebagai departemen manajemen maritim IMO, organisasi ini membela proposal Selat Sunda dan Selat Lombok Selat di seluruh dunia untuk lebih dari dua tahun adegan maritim .

Selain itu, Kementerian Perhubungan akan mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 129 tahun 2020 tentang pembentukan sistem jalan di Selat Lombok, dan mengeluarkan Keputusan No. KM 130 tentang sistem jalan Selat dari tahun 2020.

“Dari aspek navigasi hingga implementasi TBS di Selat Suntian dan Selat Lombok, kami juga telah melakukan banyak persiapan, termasuk kesiapan fasilitas dan fasilitas layanan dan transportasi (VTS), alat bantu navigasi (SBNP) ), Pengembangan kapasitas sumber daya manusia VTS dan pengembangan instruksi navigasi, ‚ÄĚkata Pak Dahri. -Mulyadi, kepala Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Tanjung Perak Kelas II (PPLP), juga berpartisipasi dalam acara tersebut setelah menerapkan gelar Apple, dan ia juga mengerahkan 2 (dua) kapal nasional, Yakni kapal KN. Chundamani P-116 dan KN. Grantin P-211, bersama dengan karyawannya, melakukan tugas-tugas keselamatan dan penegakan hukum di laut sambil melakukan TSS di Selat Lombok, sambil menghormati peraturan kesehatan personel yang bertanggung jawab.

Akhirnya, Pak Dahri mengucapkan selamat kepadanya karena telah menyelesaikan tugas mulia semua orang yang menjalankan tugasnya. Dia berkata: “Saya berharap bahwa staf dapat melakukan pekerjaan ini dengan serius dan bertanggung jawab, dan pada saat yang sama memberikan prioritas pada keselamatan dan keamanan transportasi laut dalam-layanan.”

Dia percaya bahwa Indonesia siap melayani masyarakat maritim global. Selama implementasi SST Selat Da, Selat Lombok diluncurkan pada 1 Juli 2020. Ini adalah peran aktif dan kontribusi nyata dari Kementerian Perhubungan, dicapai dengan mendukung peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi laut dan perlindungan navigasi laut. Tujuan ini. Lingkungan laut di perairan Indonesia, dan dengan menjadikan Indonesia poros lautan dunia.

Diploma diterapkan untuk pasukan dalam patroli dan hukum SST dalam kerangka SPerwakilan Elat Lombok termasuk Komandan V Lantamar Surabaya, Kepala Polisi Provinsi Jawa Timur, Komandan Tembekang-2 Surabaya, Kepala Polisi Pelabuhan Tanjung Perak, Kepala Surrey Basarnas, Presiden PT. Pelindo III di Jawa Timur, Presiden DPC INSA di Surabaya, dan semua TPU di Administrasi Pengiriman Umum Jawa Timur. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *