JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Tenaga Kerja mendesak perusahaan untuk berpartisipasi aktif dalam penyemprotan disinfektan di lingkungan kerja, sehingga pekerja dapat bekerja dengan tenang.

Tetapi ketika menyemprotkan desinfektan, prioritas harus diberikan kepada pekerja yang diberhentikan dan pekerja yang diberhentikan COVID-19 yang terkena dampak.

Agen tersebut mengatakan: “Kami mendorong komunitas bisnis untuk memainkan peran dan berpartisipasi dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja, dan membiarkan pekerja yang berlebihan berpartisipasi dalam kegiatan semprotan desinfeksi dalam pekerjaan lingkungan.” Binwasnaker & general manager K3 Iswandi Hari di Jakarta PT. Martina Berto, membahas semprotan desinfektan, Kamis (4/4/2020).

Kementerian Tenaga Kerja sekali lagi mengumpulkan pekerja / karyawan yang terkena PHK untuk menyemprotkan desinfektan di daerah yang ramai. Pulogadung Nusantara (KBN) .— “Kegiatan ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 di perusahaan. Ini adalah cara untuk meningkatkan kemampuan teman yang dipecat sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas lagi dan mendapatkan penghasilan tambahan. “Kata Iswandy.

Selain itu, Iswandi juga mengatakan bahwa hal itu terkait dengan pekerja yang memberdayakan Partai Rakyat.Iswandi mengatakan bahwa Kementerian Tenaga Kerja telah mereformasi beberapa rencana Kementerian Tenaga Kerja, salah satunya adalah rencana padat karya. , Pemberhentian korban dan pekerja yang terkena dampak Covid-19.

Modifikasi ini disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat lokal, atau pengembangan tenaga kerja padat karya berdasarkan sumber daya lokal.

“Tentu saja, pekerja yang diberhentikan di masa depan akan dihargai untuk pekerjaan penyemprotan, dan” Sebelum bekerja, mereka terlebih dahulu akan dilatih dan dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri), disertai dengan dosen profesional, “kata Iswandi. (* )

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *