JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Keimigrasian (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengeluarkan surat edaran yang meminta kepala desa untuk membuat kebijakan melawan Covid-19 atau Koro Kelompok kerja sukarelawan di desa-desa yang telah menerima virus. , Menteri itu biasa dikenal dengan Gus. Menteri juga mengeluarkan perjanjian untuk sukarelawan pedesaan yang menentang Covid-19, di mana ia meminta warga untuk bersiap untuk isolasi jika perlu. Perjanjian tersebut menjelaskan:

Ruang isolasi dapat di sekolah, tempat ibadah, ruang perjamuan atau tempat tinggal yang dipinjamkan kepada penduduk. Diterbitkan oleh Menteri Gus, Rabu (1/4/2020).

Menteri Gus juga mengenang bahwa kelompok kerja sukarelawan pedesaan terhadap Covid-19 telah mempersiapkan mandi, mencuci tangan dan toilet (MCK), serta tempat tidur dan kebutuhan lain yang layak.

Juru bicara mantan Majelis Provinsi Jawa Timur menambahkan: “Ruang terisolasi digunakan untuk pengawasan awal (ODP) dari desa setempat .

Menteri Gus menekankan bahwa daerah itu tidak terisolasi, tetapi hanya ada satu rumah. Rumah itu dipersiapkan oleh tim sukarelawan di desa untuk Covid-19 dan terletak di sebuah pondok.

“Ini karena tidak semua penduduk desa memiliki cukup kamar di rumah. Jika Anda tidak memiliki kamar, bagaimana Anda mengisolasi rumah? Solusinya adalah menggunakan sekolah dasar dan ruang perjamuan gedung sekolah untuk mengalokasikan partisi ke kamar tidur. Pria itu berkata: “Pria ini lahir di Jombang.” – Sebelumnya, Departemen PDTT Surat Edaran 2020 No. 8 yang dikeluarkan pada 24 Agustus 2020 melibatkan Desa Corona Tanggap dan Konfirmasi Intensi Negara (PKTD) untuk tujuan melatih sukarelawan desa dan menggunakan dana desa untuk mencegah penyebaran virus korona.

Surat edaran tersebut juga menyebutkan instruksi Presiden Jokowi untuk bersama-sama memerangi pandemi global dan memperkuat ekonomi pedesaan. Komunitas dalam epidemi Covid-19 (*).

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *