TRIBUNNEWS.COM-Dalam kasus pandemi ke-19 yang belum berakhir, ini tidak menghalangi upaya Kementerian Pertanian sebagai upaya garis depan untuk merespons dampak epidemi Covid.19. Selama pandemi ini. -Di Ruang Konferensi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, setelah Selasa (12/5) di ruang konferensi Ruang Pertanian Pertanian (AWR), Kementerian Pertanian memberikan penghormatan kepada semua petani di wilayah tersebut dalam rangka gerakan konferensi video untuk mempercepat penanaman beras dan jagung di Indonesia daerah.

Di bawah instruksinya, Menteri Pertanian mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada para pemimpin daerah yang ingin memasuki lapangan secara langsung. Oleh karena itu, dapat ditentukan bahwa semuanya dapat dikontrol dan diperbaiki bersama. SYL mengatakan: “Jika para pemimpin daerah pergi ke lapangan, keputusan akhir akan menjadi keputusan akhir.” Selain itu, Menteri Pertanian mengatakan bahwa Covid 19 adalah tantangan nyata. Langsung dipengaruhi oleh masyarakat – Oleh karena itu, solusi covid 19 adalah solusi medis dan keamanan pangan. Persiapan makanan adalah solusi Covid 19, jadi kita harus bekerja lebih keras, mengintegrasikan dan bekerja sama lebih banyak untuk memastikan makanan orang. Yang perlu diwaspadai adalah saran FAO bahwa setelah Covid 19, krisis pangan global saat ini dan kekeringan yang berkepanjangan sejalan dengan rekomendasi BMKG bahwa “berkelanjutan SYL” tidak boleh terjadi di negara kita, dan kita harus menghadapi kerja keras Menghadapi krisis pangan global, kita harus mempertahankan semangat yang kuat. “Oleh karena itu, Menteri Pertanian i mengundang semua petani untuk memenuhi tantangan ini dalam dua tahap, yaitu untuk mempercepat penanaman dan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang sesuai. Saya berharap kerja sama dari semua pihak akan lebih intens untuk memastikan bahwa semuanya normal.

“Saya selalu siap untuk menghubungi pertanyaan mendesak dan saya akan berkoordinasi dengan manajer umum. “

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *