Bandung TRIBUNNEWS.COM-Meskipun rancangan RUU ketenagakerjaan diperkenalkan ke dalam formulir DPR RI pada bulan Februari 2020, pemerintah masih memastikan bahwa ruang dialog yang berkontribusi dan meningkatkan RUU masih terbuka luas. Setelah BBPLK Bandung mengunjungi Bandung, Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah melakukan dialog dengan perwakilan SP / SB, Rabu (3/11/2020). Percakapan dengan Menaker termasuk KSBSI, KSARBUMUSI, KSPN, KSPSI. Menaker mengatakan dialog ini merupakan upaya pemerintah untuk menjelaskan dengan jelas seluk beluk undang-undang hak cipta.

Baca: Kementerian Tenaga Kerja menginvestigasi kasus AICE dan membentuk tim inspeksi tenaga kerja.

Menaker menyatakan bahwa dia akan terus mensosialisasikan Undang-Undang Cipta tentang pekerjaan SP / SB. Pada substansi dan aspek substantif dari RUU tersebut.

“Kami menyadari bahwa jika seseorang mengkritik atau menolak, kami harus terus menjelaskan banyak hal, itulah yang kami lakukan,” kata Menaker. Dialog, keduanya memberikan dukungan dan mengkritik RUU tersebut. Menaker berkata: “Yang paling penting adalah teman memahami masalah yang ada di luar, dan banyak hal yang berbeda dari ketentuan UU Hak Cipta.” Pelatihan dan penempatan lulusan. Tujuannya adalah untuk melatih tidak hanya SDM dalam pelatihan BLK. Tapi ini juga menjamin pelatihan lulusan di pasar kerja. “” Saya yakin bahwa BLK bekerja sama dengan industri dan juga mengikuti kebutuhan industri. Kemudian, penempatan ditentukan oleh industri, “kata Menaker. -Membaca: Pengamat: Menolak UU Komprehensif harus dilihat dengan jelas-Membaca: Presiden PKS akan bertemu dengan SBY untuk membahas Jiwasraya tentang hukum komprehensif-Dengan perkembangan teknologi, Menaker juga berharap untuk “ memastikan bahwa BLK mampu mempromosikan Latih pekerja baru dan lama hingga korban dipecat.

Setelah itu, kebijakan akan diperkuat melalui rencana kartu kerja. Rencananya adalah untuk mengidentifikasi, meningkatkan, dan kualifikasi ulang. Rencana tersebut akan dilaksanakan melalui pelatihan di BLK pemerintah, LPK swasta dan pusat pelatihan industri. Dia berkata: “Karena itu, mengingat kebutuhannya (peningkatan keterampilan sumber daya manusia), dia tidak dapat didorong hanya oleh program pelatihan BLK.” (BJN *)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *