TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan memberikan bantuan gratis melalui tingkat pertama Otoritas Pelabuhan Panjang dan Kantor Biro Pengiriman (KSOP) Administrasi Angkutan Umum Maritim dalam bentuk kapal tradisional kecil dan peralatan keselamatan, dan menyediakan kapal untuk nelayan dan kru tradisional di Provinsi Lampung.

Secara simbolis oleh Andi Hartono, kepala jangka panjang KSOP Kelas I, kepada perwakilan nelayan, dan terus mengimplementasikan perjanjian kesehatan Covid-19 dalam posisi jangka panjang KSOP Kelas I pada hari Kamis, 18 Juni dan sesuai dengan pengumuman Kementerian. Pelabuhan Lempasing yang populer juga populer. Transportasi SE 12 tahun 2020 melibatkan instruksi untuk mengimplementasikan transportasi laut selama periode adaptasi kebiasaan baru ke komunitas produktif dan aman dari pandemi Covid-19.

Menurut Andi Hartono, bantuan ini diberikan setelah pendirian pusat pengukuran di KSOP level 1 dan akan berada di Lampung dengan Kabupaten Pesawaran sejak 10 Maret 2020 Provinsi ini mendaftarkan kapal tradisional secara gratis. Semua kegiatan ini tidak dikenai biaya, sehingga nelayan dapat merasakan manfaat legalitas kapal.

“Sejak pemasangan ruang pengukuran, sebanyak 307 kapal tradisional telah diukur, dan 265 kapal Pas kecil telah dikirimkan ke pemilik kapal. Pada saat yang sama, 37 kapal tidak dapat menyelesaikan data kapal. Dan 5 Unit kapal lebih besar dari GT 7, jadi mengeluarkan surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, “kata Andy. -Selain itu, Andy menjelaskan bahwa ini diwajibkan oleh Keputusan No. 17 tahun 2008 bahwa setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal – untuk kapal dengan tonase kotor (GT) kurang dari GT 7, Pas Pas adalah dokumen yang sangat penting yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik kapal, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas pelayaran, keselamatan pelayaran, jaminan kredit perusahaan, dan untuk memfasilitasi pengumpulan data jika terjadi bahaya di laut atau perjalanan.

Menurut Andy, selain ft to ft untuk meningkatkan keselamatan navigasi di area operasi KSOP I Panjang, peralatan keselamatan kapal juga didistribusikan kepada para nelayan. Awak kapal tradisional.

“Bersama dengan personel maritim lain yang diwakili oleh BUP PT.SLUP, KSOP Kelas I Panjan juga mendistribusikan 1.520 peralatan keselamatan ke kapal dalam bentuk jaket penyelamat, yang merupakan sumber kepedulian terhadap Pelabuhan Banrang. Awak kapal tradisional di Provinsi Pang berkata: “Kata Andy.

Pada saat yang sama, Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Cabang Bandar Lampung telah mengkoordinir para nelayan dengan diskon simbolis. – Melalui ketua Cabang HNSI Bandar Lampung, Nelayan Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Lampung Warga, khususnya nelayan di Kabupaten Pesavaland, memberikan bantuan. — “Kami mengucapkan terima kasih atas nama para nelayan dan akan terus mendukung rencana pemerintah. Dalam hal ini, kami akan terus menerapkan rencana pengalihan KSOP Kelas I, yang sangat penting untuk upaya menciptakan kapal keselamatan tradisional di Provinsi Lampung Berguna, “kata. Khusaeri .

Menurut Andi Hartono, di masa depan, pemerintah akan terus memberikan layanan aktual kepada para nelayan melalui kelas KSOP I Panjang untuk membantu para nelayan, dan para nelayan akan mengambil langkah-langkah dan mendaftar. Tidak ada faktur gratis untuk kapal ini.

“Semoga dengan bantuan kepemilikan resmi kapal tradisional dan alat keselamatan kapal yang tepat, kita akan dapat mencapai transportasi laut yang aman, andal dan nyaman, terutama di Long dan sekitarnya,” Andy menyimpulkan. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *