TRIBUNNEWS.COM-Dalam waktu dekat, Indonesia akan segera menerapkan peta Sistem Pemisahan Maritim (TSS) pada saluran maritim seperti Selat Sunda dan Selat Lombok di pulau-pulau terpencil. -Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya adalah melalui penguatan pengawasan TSS, di mana Administrasi Umum Transportasi Maritim telah mengoptimalkan operasi Merak Maritime Transport Service (VTS) dan Benoa VTS.

Vak Merak dan fasilitas dan infrastruktur VTS Benoa, termasuk sumber daya manusia, sistem identifikasi otomatis (AIS), radar, dll. Siap dipantau di semua area TSS di Selat Sun Ta dan Selat Lombok. Senin (22/6) di Jakarta, navigator Hengki Angkasawan menyampaikan berita tersebut. Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan KM 129 tahun 2020, ketentuan tentang pembentukan sistem jalan di Selat Lombok dan ketentuan Keputusan Menteri Perhubungan KM 130 tentang penentuan sistem jalan pada tahun 2020. Di Selat Lombok dan Selat Sun Ta, ia juga mengatur implementasi sistem informasi dan navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP) untuk kapal yang melintasi TSS di Selat Sun Ta dan Selat Lombok. Dan informasi navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP) diimplementasikan untuk memastikan manajemen lalu lintas yang efektif dan cepat untuk memastikan navigasi yang aman dan keselamatan lingkungan laut sebagaimana didefinisikan dalam konvensi internasional yang relevan. Hal ini juga sesuai dengan ketentuan Bab V Konvensi SOLAS, yang menjabarkan fungsi dan peran yang terkait dengan perwakilan dari layanan lalu lintas kapal operasional (VTS) dan sistem navigasi kapal (SRS), serta Menteri Transportasi pada PM No. 26 tahun 2011 Peraturan telekomunikasi maritim. – “Harap harap memberikan informasi sebelumnya tentang ukuran kapal di bawah pemberat dan kondisi muatan dan apakah akan membawa barang berbahaya melalui kapal di Selat Ta Ta dan Selat Lombok.”

Dia menambahkan bahwa sistem informasi dan navigasi Selat Sun Ta Strait dan Lombok adalah wajib, yaitu, untuk semua kapal yang mengibarkan bendera Indonesia yang melewati / melintasi / memotong tabel pemisahan lalu lintas (TSS) “Ketika kapal memasuki bagan pemisah lalu lintas dari Selat Sun Ta dan Selat Lombok, sangat disarankan untuk berpartisipasi dalam informasi navigasi dan sistem pelaporan,” katanya. Selain itu, Hengki menunjukkan bahwa komunikasi antara Selat Sunda dan Selat Lombok harus dilakukan dalam dialog yang mudah dipahami dan ringkas.

“Untuk radio VHF di Saluran 22 atau 68 melalui Selat TTS Sunda, bernama Merak VTS, katanya, sementara Makam Selat Lombok melalui radio VHF di Saluran 16 atau 68 dengan nama panggilan Benoa Untuk penyiaran VTS, semua kapal yang melewati TSS harus memberikan permainan penuh untuk fungsi pendengarannya.

Selain itu, Hengki menambahkan bahwa VTS sangat penting dalam implementasi sistem informasi dan navigasi (SUNDAREP dan LOMBOKREP). Penting untuk diingat bahwa kapal akan bekerja dengan VTS Berkomunikasi, tautkan ke fungsi pemberitahuan kapal dan tautkan ke layanan INS (Layanan Navigasi Informasi) dan layanan NAS (Layanan Bantuan Navigasi), di mana semua kapal yang berlayar di dua selat diundang untuk menggunakan siaran informasi oleh VTS Merak dan VTS Benoa. Kementerian Perhubungan juga Format laporan disusun berdasarkan Frasa Komunikasi Maritim IMO (SMCP). Dia mengatakan: “Format pertama adalah ketika kapal melintasi Selat Lintas dan Selat Lombok, dan format kedua adalah ketika melintasi TSS,” katanya. Laporan) dan laporan pertama.Kode A terkait dengan informasi di kapal (nama, tanda panggilan, nomor identifikasi IMO dan bendera), kode P menunjukkan muatan di atas kapal (berbahaya atau tidak berbahaya), dan kode Q menunjukkan kerusakan / kerusakan / cacat / pembatasan Dan kode X untuk mendapatkan informasi relevan lainnya.

“Jika perlu, operator VTS dapat meminta kapal untuk memberikan informasi lain, seperti tujuan, pelabuhan terakhir, pemuatan kapal, dll., Dan menyediakan layanan lain yang termasuk dalam layanan pertama .NS dan NAS, “Hengki ditutup. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *