Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Sebelum Indonesia mengadopsi normal baru, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah meminta pengusaha merekrut pekerja-19 yang diberhentikan dan dipecat karena pandemi Covid dan memperluas peluang kerja.

Ibu Ida juga mengingat bahwa penerapan normal baru selalu memprioritaskan keselamatan kerja dan kesehatan pekerja / pekerja (K3).

Menurutnya, industri ini erat kaitannya dengan kehidupan banyak orang. Karena itu, harus dioperasikan dan dipantau secara ketat sesuai dengan peraturan kesehatan.

“” Katakanlah, kami berharap bahwa penerapan standar baru akan mendorong pembangunan ekonomi, sehingga pekerja yang dipecat dan dipecat dapat kembali bekerja terlebih dahulu, tentu saja, dengan tegas menegakkan perjanjian perawatan kesehatan di tempat kerja, “Selasa (2/2) 6) Nona Aida di Jakarta

Ada mengatakan bahwa mempekerjakan pekerja yang berlebihan dan berlebihan adalah keuntungan bagi wirausahawan untuk menjadi wiraswasta, dan sudah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Pengalaman kerja dan pemahaman budaya kerja perusahaan.

“Dengan cara ini mereka dapat bekerja segera sesuai dengan pengetahuan profesional mereka tanpa menerima pelatihan kejuruan lebih lanjut (pelatihan). Menaker mengatakan: “Ini tidak diragukan lagi akan menguntungkan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. – Menurut data Kementerian Tenaga Kerja per 27 Mei 2020, pekerja yang diberhentikan secara resmi telah diberhentikan menjadi 1.058.284, karyawan tetap telah mem-PHK 380.221 pekerja, dan 318.959 pekerja informal Selain itu, 34.179 calon pekerja migran tidak dapat pergi, 465 peserta magang dipulangkan, dan jumlah total pekerja yang terkena pandemi Covid-19 adalah 1.792.108.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *