TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kinerja seluruh sektor ekonomi termasuk industri perkapalan. Biaya pengangkutan peti kemas dunia atau biaya pengangkutan telah meningkat tajam. Kenaikan biaya berdampak pada upaya peningkatan kinerja industri pelayaran dan perekonomian nasional. Lama-lama peti kemas menumpuk di pelabuhan, dan waktu bongkar muat di pelabuhan terlalu lama, ”kata Direktur Perhubungan R. Agus H. Purnomo di Jakarta (2/1).“ Pertama, kami akan mengawasi percepatan proses bongkar muat agar segera mendistribusikan peti kemas dan berangkat dari kapal. Kedua, kami juga akan mempercepat laju peti kemas meninggalkan pelabuhan. Kata Argus. -Untuk meningkatkan efisiensi langkah ini, Kementerian Perhubungan berharap kementerian terkait dan lembaga nasional dapat mempercepat langkah ini. Negara mendukung upaya Kementerian Perhubungan untuk mempercepat proses pelepasan kontainer jangka panjang di pelabuhan, “kata Argus. Menyediakan ruang kargo di Indonesia untuk ekspor. MLO diharapkan menyediakan 40 kontainer High Cube.

“Selanjutnya, kami mengundang perusahaan pelayaran dalam negeri, khususnya perusahaan pelayaran yang tergabung dalam INSA, untuk menggunakan ruang kargo yang berkurang untuk transportasi luar negeri. Kami juga mengimbau eksportir.” Gunakan kontainer sepanjang 20 kaki untuk transportasi. ” Penggantian, “kata Agus, Direktur Manajemen. Sebagai acuan, banyak negara yang sejak itu menerapkan kebijakan blokade akibat pandemi. Awal tahun ini. Ini membatasi lalu lintas orang, barang, dan kapal. Beberapa perusahaan pelayaran telah mengurangi. aktivitas maritim dan pengurangan biaya operasi. Dan menstabilkan biaya pengiriman.

Sejak China mulai meningkatkan frekuensi ekspor pada Juli tahun lalu, industri pelayaran global mulai berkembang. China tidak segera melanjutkan industri pelayaran global-inilah karena banyak negara / wilayah yang masih menerapkan kebijakan lock in sehingga pengangkutan peti kemas masih dibatasi, SDM untuk kegiatan bongkar muat masih terbatas sehingga mengakibatkan keterlambatan pengangkutan dan penerimaan peti kemas.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *