TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama pemangku kepentingan di industri kehutanan terus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha bagi seluruh pemangku kepentingan di industri kehutanan. Bahkan situasi saat ini masih menjadi pandemi COVID-19.

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada kinerja perusahaan di sektor hulu dan hilir kehutanan. -Banbang menjelaskan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kinerja ekspor produk industri kehutanan periode Januari-Mei 2020 turun menjadi minus 8,3%. Namun kemudian terjadi peningkatan yang signifikan pada periode evaluasi dari Januari hingga Juni yang turun menjadi minus 5%. tahun ini.

“Angka ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor hasil hutan meningkat 3,3% sejak Juni tahun ini, yang merupakan pencapaian positif. Dalam pandemi yang sedang berlangsung. Meski pertumbuhannya masih di bawah nol, namun belum juga turun. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja ekspor sektor kehutanan masih berada pada jalur yang positif. “Di sisi lain, output dari perkebunan yang dikembangkan justru meningkat sebesar 21,50%.

Banbang melanjutkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menerapkan metode baru untuk mengelola hutan produksi secara lestari. Lakukan analisis lanskap terlebih dahulu, kemudian analisis spasial untuk melihat kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan, konflik lahan, dan integrasi sektor dan pasar hulu dan hilir.

Temukan solusi secepat mungkin ketika masalah ditemukan di tempat. Terakhir, mengintegrasikan rencana yang baik untuk perusahaan kehutanan hulu, industri hilir dan pasar.

Guna mendorong peningkatan produktivitas industri kehutanan, Bambang menjelaskan secara singkat beberapa kebijakan ijakan.

Pertama-tama, di sektor hulu, untuk mempercepat pengembangan perkebunan rakyat dan pertanian dan kehutanan di wilayah kerja Federasi Internasional-HTI, kemudian mewujudkan pengembangan multi-perusahaan di wilayah Federasi Internasional-Hong Kong. Dan untuk mempermudah izin usaha produksi pertambangan hutan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *