JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah memberikan penghargaan kepada 23 lembaga swadaya masyarakat yang mengamati anak. Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Gedung Multifungsi Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Rabu (10 Oktober 2020). Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja memberikan bantuan kepada 9.000 pekerja anak dalam bentuk peralatan mengajar.

Upacara penghargaan secara simbolis diselenggarakan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah kepada dua LSM. Yayasan Pengamat Sosial Indonesia dan jaringan organisasi non-pemerintah untuk memerangi pekerja anak. Yayasan Pengamat Sosial Indonesia (YPSI) menganjurkan pemberian bantuan materi sekolah kepada dua perwakilan pekerja anak, yaitu Valdo (14 tahun), Rumah Kita (RK) dan Siti Ayuni (16 tahun). Menaker Ida dalam sambutannya mengatakan, mengapresiasi LSM yang mencermati fenomena pekerja anak adalah kepada pemerintah (dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan) bagi aktivis LSM yang peduli atau peduli terhadap pekerja anak. . -Menurut Menaker Ida, untuk mengurangi pekerja anak, semua pihak harus bekerja sama. Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak dapat melakukan ini sendirian, tetapi harus dipimpin oleh berbagai departemen dan berperan aktif sebagai masyarakat sipil.

“Di sinilah LSM berperan, peran penting dan semua orang berpartisipasi. Menaker Ida mengatakan:” Komunitas. Ia mengatakan bahwa membantu mengembangkan pekerja anak adalah suatu kesenangan, apalagi jika dapat memungkinkan pekerja anak mencapai tujuannya. Tujuan … “Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat anak yang kita dukung menjadi anak yang sukses.” “Ia mengatakan. -Selain itu, ia juga mengatakan bahwa bantuan pekerja anak harus diberikan, karena masa depan negara sangat bergantung pada situasi anak-anak saat ini. Itu adalah anak-anak saat ini, dan mereka akan terus menjadi bangsa Indonesia. Sejarah, dan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju.

“Sungguh menakjubkan, karena kita mempercayakan masa depan Indonesia kepada anak-anak jaman sekarang,” tandasnya. Ia menegaskan, semua pihak harus melakukan untuk memastikan bahwa anak-anak dimanapun mereka berada. Secara fisik, psikis, sosial, dan intelektual memiliki tumbuh kembang yang baik yaitu tumbuh kembang yang terbaik. Oleh karena itu masa depan Indonesia akan cerah. Ia mengatakan: “Jika kita tidak bisa mempersiapkan anak kita dengan baik, kita akan Keinginan menjadikan Indonesia negara maju bisa terwujud. Penjelasan .

Manajer umum Binwasnaker menghadiri acara tersebut. Haiyani Rumondang; Ahmad Marzuki, Direktur Eksekutif Jaringan LSM untuk LSM Memerangi Pekerja Anak, seorang pejabat senior di Indonesia; dan pemuda Kristen Ketua YPSI Titin Kustini.

Sejak program PPA-PKH diluncurkan dari tahun 2008 hingga 2019, 134.456 anak yang bekerja n telah merasakan manfaat dari program tersebut. Total 134.456 orang Di antara mereka, lebih dari 50% terus mengenyam pendidikan, bahkan ratusan pekerja anak dapat melanjutkan pendidikan menengah. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *