TRIBUNNEWS.COM-Sebagai pendekatan kolaboratif untuk mengatasi pandemi Covid-19 (khususnya di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok), Kantor Pusat Gatekeeper Tanjung Priok berpartisipasi di Tanjung bersama instansi pemerintah dan pemangku lingkungan di Tanjung. Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok menandatangani Deklarasi Bersama Komitmen Bertopeng Priok pada Kamis sore (9/09, 2020) di Pelabuhan Priok.

Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama dari seluruh instansi pemerintah dan pemangku kepentingan lingkungan Pelabuhan Tidak Mudah Terbakar Tanjung, yaitu melalui penggunaan masker yang benar, pembersihan tangan secara teratur, membatasi interaksi fisik dan menerapkan gaya hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan fungsi fisik guna pelaksanaan Kesepakatan Kesehatan.Selain itu, seluruh instansi pemerintah dan pemangku kepentingan juga berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi daerah saat melaksanakan Kesepakatan Sanitasi Lingkungan di Tan Gang. jung Priok, serta penguatan pengawasan dan disiplin di lingkungan kerja masing-masing instansi.

“Kita semua tahu bahwa kantor atau lingkungan kerja saat ini telah menjadi cluster penyebaran Covid-19. Namun, kami terus bekerja keras. Untuk menghadapi situasi sulit ini, kami tetap harus memberikan layanan terbaik dan memaksimalkan Pelabuhan adalah pintu gerbang atau pintu masuk perdagangan luar negeri untuk menjaga aktivitas agar kita selalu bisa menopang perekonomian negara yang dikelola pemerintah. ”

Ditulis ulang oleh Kepala Kantor Umum Porter Tanjung Priok, ia tetaplah Tanjung · Ketua Pokja Covid-19 Pelabuhan Pruek, Kapten Visnu Handuko dalam sambutannya mengatakan: Deklarasi.

Wisnu kemudian mengucapkan terimakasih kepada pimpinan daerah TNI dan Polri atas dukungannya, dan terus memberikan semangat untuk terus memerangi COVID-19.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan instansi kepala, dinas dan lingkungan pelabuhan tanjung priok, serta tokoh masyarakat yang telah bekerja bahu membahu dengan kami, akan terus mendorong pekerja, karyawan, TKBM dan mereka yang bekerja di kawasan pelabuhan tanjung priok Semua orang aman dan bebas dari COVID-19, katanya .

Surat edaran itu akan ditandatangani pada 1 September 2019, dan dipimpin oleh Kepala Kantor Pusat Tanjung Priok, Oto di Pelabuhan Utama Tanjung Priok. Ditandatangani oleh Kepala Kantor Ritas dan Kapolsek Resor Pelabuhan.Kepala Kantor Bea dan Cukai Tingkat A Tanjung Prok, Kepala Dinas Kesehatan Pelabuhan Tanjung Prok, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengawasan Kualitas Hasil Perikanan Jakarta Tahap II Dan keselamatan, Biro Imigrasi TPI Tanjung Priok (Tanjung Priok), Balai Karantina Pertanian Tanjung Pluk dan Direktur PT. Pelindo II (Persero) cabang Tanjung Priok .– –Selain itu mendorong seluruh stakeholders Tanjung Priok untuk melakukan “Use Mask! “Kampanye. Pemberitahuan tersebut juga mengharuskan kedua belah pihak untuk bersama-sama mengumumkan komitmen mereka. Hal ini juga mewajibkan semua pemangku kepentingan lingkungan di Pelabuhan Tanjung Prok untuk menyediakan metode cuci tangan sabun yang mudah digunakan dan sesuai, atau menyediakan pembersih tangan.

Kepentingan Pekerja juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengawasan terhadap semua populasi yang aktif, termasuk menyediakan alat deteksi dini untuk memprediksi epidemi Covid-19, dan memberlakukan batasan kapasitas tidak lebih dari 50% (50%) di tempat kerja dalam satu waktu, mohon secara teratur. Gunakan deterjen dan disinfektan untuk membersihkan untuk memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis, serta pekerja di tempat kerja tidak akan terinfeksi COVID-19.

“Semua pemangku kepentingan juga telah diwawancarai untuk menghindari kemungkinan keramaian Ramai dan aktif memantau aktivitas kesehatan pekerja, “tambah Wisnu.

Perkuat disiplin latihan dan disiplin diri; Ayo gunakan topeng! Menurut Wisnu, “#PRIOKBERMASKER PELABUHAN SEHAT INDONESIA MAJU” dilaksanakan secara mandiri atau bersama-sama. Pemangku kepentingan lingkungan Pelabuhan Tanjung Pruuk yang tidak mematuhi pemberitahuan bersama ini akan dikenakan peringatan lisan, peringatan tertulis, dan sanksi berupa kegiatan yang tidak sah. Di pelabuhan dan pekerjaan sosial. Di hadapan Gubernur DKI Jakarta, Walikota Kota Jakarta Utara, Kapolda Metro Jaya, Panglima Kolinlamil, Panglima Lantamal III, Direktur Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Direktur Kantor Pabean Tanjung Priok, Kapolres Tanjung Priok, Direktur Utama PT , Dandim Jakarta Utara. Pelindo II (Persero) dan asosiasi di Jakarta Utara, seperti ALFI, ISAA, INSA, Aptrindo, dll. Rompi kontingen Covid-19 terus melakukan penyemprotan desinfektan di kawasan pelabuhan Tanjung Priok. (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *