TRIBUNNEWS.COM-Pada 1 Juli 2020, setelah resmi diberlakukannya Traffic Separation System (TSS) di negara bagian lain dan Selat Lombok, Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan terus bekerja keras memastikan terlaksananya TSS secara tepat, terutama dengan meningkatkan sumber daya manusia terkait. Kemampuan.

Ahmad, Kepala Unit Perlindungan Laut dan Pesisir (KPLP), menilai penerapan TSS di tingkat lokal tidak mudah dan penuh tantangan.

Baca: Di HUT RI ke-75, Kementerian Perhubungan dukung ekspor 12.000 ton Jagung dan 11.700 tetes tebu-hal ini karena kapal-kapal yang tadinya leluasa melayari kawasan itu kini diwajibkan mengikuti jalur yang sudah ditetapkan. Setiap saat terdapat bahaya kecelakaan dan tabrakan dengan kapal, yang dapat menyebabkan tumpahan minyak dan merusak lingkungan laut.

“Oleh karena itu, kita harus menyiapkan personel yang berkualitas untuk mencegah pencemaran, terutama ketika dia mengatakan:“ Kebocoran minyak di air laut. Ahmed menyampaikan sambutan pada acara pembukaan briefing staf pencegahan pencemaran setingkat operator yang diadakan di Hotel Great Inna Kuta, Bali pagi ini (18/8/2020). Selamat melakukan kegiatan ini, karena menurutnya semua Kegiatan di perairan dan perairan, termasuk kegiatan navigasi, kegiatan ekstraksi minyak dan gas, dan kegiatan lainnya, dapat membawa bencana, dapat menyebabkan tumpahan minyak mencemari dan / atau merusak lingkungan perairan.

“Setelah suatu kejadian, tentunya karbon Kebocoran senyawa hidrogen di perairan membutuhkan sistem penanggulangan yang cepat, akurat dan terkoordinasi, “kata Ahmed. Baca: Supp Guna mempercepat penetapan jalur pelayaran, Kementerian Perhubungan telah menambah dua departemen navigasi dan navigasi-Ai Hamed melanjutkan, rudder telah merumuskan kebijakan dan mekanisme pencegahan pencemaran yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21. Tentang perlindungan lingkungan laut dan Peraturan Menteri Perhubungan PM tahun 2010. Tentang pencegahan pencemaran perairan dan pelabuhan Nomor 58 Tahun 2013. Salah satunya adalah mengatur tugas pengelola kegiatan pelabuhan dan kegiatan lain di wilayah perairan untuk memenuhi persyaratan prosedur, personel, peralatan dan bahan, serta latihan pencegahan pencemaran. << Oleh karena itu, Administrasi Umum Perhubungan Melalui Administrasi Umum KPLP, kami mulai menyediakan personel pengendalian pencemaran untuk para agen Tim Pelaksana Teknis (UPT) Administrasi Umum Angkutan Laut di tingkat bisnis.Ketersediaan personel pengendalian pencemaran di pelabuhan yang mampu melakukan tindakan pencegahan pencemaran secara tepat waktu harus dibenahi.Selain itu, kata dia.

Selain itu, Dengan menyediakan agen UPT terkait tumpahan minyak, Ahmed berharap UPT terkait dapat menindaklanjuti dengan mengkoordinasikan seluruh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) / Tersus / TUKS dan para pengelola bisnis lepas pantai akan mengambil langkah spesifik untuk mencapai masing-masing. Syarat Pencegahan Pencemaran di Setiap Daerah.

Baca: Kementerian Perhubungan, Pelayaran Pertama Kargo KM Tanto Lestari ke Pelabuhan Biak- “Kami berharap tumpahan minyak bisa terformulasi di level I dan bisa digunakan di seluruh Indonesia. UPT Ditjen Hubla melakukan pelatihan labu kuning, karena saat ini sudah saatnya para pejabat dan pejabat UPT memperhatikan dan memantau kepatuhan regulasi khususnya di wilayahnya Ahmed mengatakan: “Perlindungan manusia adalah lingkungan laut yang dibuat oleh BUP / TERSUS dan TUKS. Materi pelatihan akan diajarkan di bidang pencegahan pencemaran oleh manajemen KPLP, Pertamina Business School dan praktisi di industri.

“Meski situasi dalam pengarahan kali ini berbeda karena kita saat ini sedang mewabahnya pandemi Covid-19, saya yakin semua peserta dapat berkonsentrasi untuk menerima dan memahami materi edukasi yang diberikan oleh organisasi. Pembicara, agar kita dapat memperoleh manfaat dari kinerja fungsi dan tanggung jawab kita di masa depan, sehingga dapat melindungi lingkungan laut sekaligus melindungi keselamatan dan keamanan.En menyimpulkan.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *