Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah memastikan 3,5 juta pekerja yang berhak menerima upah sesuai standar Permenaker 14/2020 sudah mendapatkan subsidi upah tahap ketiga.

Penyaluran tahap ketiga merupakan pelengkap tahap sebelumnya, tahap pertama tahap sebelumnya memiliki 2,5 juta penerima manfaat dan tahap kedua memiliki 3 juta penerima manfaat.

Sejauh ini, total 9 juta penerima manfaat telah dibayar subsidi upah, terhitung 57% dari total target jumlah penerima manfaat (15,7 juta). Menteri Sumber Daya Manusia Ida mengatakan kepada Jakarta, Selasa (15/9/2020) bahwa “Juknis” memang mengatur jangka waktu empat hari ini, bertujuan untuk meminimalisir risiko kesalahan data agar dapat ditemukan secara akurat. -Ida telah ditambahkan dan data telah diverifikasi. Kemudian diproses oleh tim agen pengguna anggaran (KPA) Kantor Pelayanan Perbendaharaan Umum (KPPN) sehingga dana subsidi gaji / gaji bisa langsung dialokasikan ke bank penyalur. -Bank distribusi kemudian akan mengarahkan dana bersubsidi langsung ke rekening penerima, baik itu rekening bank HIMBARA atau rekening bank swasta lainnya. Saya mendesak bank penerbit untuk segera mentransfer ke rekening penerima, “kata Menaker Ida.” Kami melakukan yang terbaik untuk membayar subsidi gaji / gaji kepada rekan-rekan. Saya tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan melakukan upaya apa pun untuk mencegah penyaluran subsidi ini. Tapi tentunya harus mengikuti prosedur yang sudah ditentukan. Tujuan dari rencana ini sudah tepat, selain itu kami terus berkoordinasi dengan bank distribusi untuk mempercepat proses transfer ke bank. Ia menambahkan jika ada kendala kami akan bekerja sama Solusi ditemukan. ”Alokasi hibah pada tahap pertama dan kedua telah mencapai 5,45 juta, 99,1% dari total penerima manfaat 5,5 juta orang pada tahap pertama dan kedua.

Untuk tahap ketiga sendiri, baru bisa direalisasikan dalam dua hari ke depan.

Menteri Sumber Daya Manusia Ida berharap bantuan subsidi upah dapat membantu pembangunan ekonomi dan menjadi pekerja / pekerja .

Bantuan semacam ini juga dapat mengurangi beban pekerja saat pandemi.

“Subsidi upah ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja / pekerja serta menstimulasi konsumsi masyarakat. Oleh karena itu Menaker Ida menyimpulkan:“ Ini akan memiliki multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *