Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam waktu dekat, Kementerian Sosial akan segera meluncurkan Program Bantuan Sosial Bansos Beras. Program Bantuan Sosial Beras merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar masyarakat terdampak wabah Covid-19. -Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan dengan adanya bantuan sosial beras diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran KPM. “Rencananya dalam waktu dekat ini akan kita inisiasi bansos beras ini. Nanti penyalurannya dilakukan selama 3 bulan mulai Agustus 2020 hingga Oktober 2020. Setiap KPM akan mendapat bantuan 15 kg / KPM / bulan. , Dan dipasangkan dengan beras kualitas rata-rata “, ujar Menteri Sosial Jakarta (26/8/2020). -Mensos menyampaikan beras Banzos akan disalurkan kepada keluarga penerima (KPM) peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuan keseluruhan dari rencana tersebut adalah 10 juta KPM.

Pers Bulog bertanggung jawab atas pendistribusian beras Bansos hingga titik pengiriman tertentu. Menteri Sosial menjelaskan: “Anggaran yang disiapkan untuk Les Bansos adalah 5,41 miliar rupiah per seribu orang per kilometer.”

Penerima kesejahteraan beras diidentifikasikan sebagai peserta PKH karena mereka adalah keluarga miskin dan rentan Perlindungan Sosial Data Menyeluruh (DTKS). Dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

“Di DTKS sudah diperbarui dan bisa digunakan. Selain itu, ada anak-anak, orang tua dan orang cacat” yang membutuhkan perlindungan dan gizi yang memadai dalam keluarga peserta PKH. ” “Yang tidak kalah pentingnya adalah PKH memiliki struktur sumber daya manusia yang baik, yang kondusif untuk penanganan pendampingan dan monitoring program-program utama bansos. Peserta PKH bukan program Bansos Pangan Dasar (BSS) dan Bansos Tunai (BST). ; Menangani pengaduan di dalam provinsi; mengoordinasikan bansos beras dengan koordinator penggerak PKH provinsi dan pemerintah kabupaten / kota (*)

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *