TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari “Proyek Keluarga Harapan” (PKH), Kementerian Sosial akan terus melakukan identifikasi penderita baru tuberkulosis (TBC). Bidang tuberkulosis yang mendapat bantuan dari bantuan semakin matang. – Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan bahwa Kementerian Sosial saat ini sedang berkoordinasi erat dengan kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Tujuannya untuk mematangkan alokasi anggaran bantuan sosial PKH.

“Kemensos sedang berdiskusi mendalam dengan tim Kemenkes soal tuberkulosis (TBC). Menteri Sosial DKI Jakarta mengatakan di Jakarta (18/9/2020). Jika ada bantuan, baik pembayaran untuk pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, Bantuan harus diberikan untuk biaya pengobatan pasien karantina, pembelian obat-obatan atau biaya lainnya. – Dalam program bantuan sosial PKH yang sedang berjalan ini didukung 7 komponen yaitu ibu hamil, bayi, anak-anak SD hingga SMP, dan lansia. Dan orang-orang yang sangat cacat. Adapun bahan baru, pasien tuberkulosis, masih dalam pertimbangan. Menteri Sosial Afrika mengatakan: “Tahun ini (pelaksanaan). “Namun, Kemensos menargetkan 9.000 penderita tuberkulosis yang masuk PKH bagian kedelapan. Indeks bantuan Rp 3 juta per tahun. Menteri Sosial mencontohkan penambahan penderita tuberkulosis pada bagian baru ini adalah Instruksi Presiden Joko Widodo. Penderita tuberkulosis di bagian PKH tidak lepas dari banyaknya penderita di Indonesia. Menurut data, jumlah penderita tuberkulosis di Indonesia sudah mencapai 1.020.000. Angka ini tentu mengkhawatirkan jika terus berlanjut. Bangkit. “Indonesia ketiga di dunia. “Tapi tuberkulosis adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Perlu diketahui pasien harus rutin meminum obat yang artinya sudah dilakukan selama tiga sampai lima bulan. Ini harus rutin check up tiga kali dalam seminggu. Jika terlewat, harus Ulangi lagi .

Sebagai rencana nasional prioritas, Kementerian Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,4 triliun untuk program jaminan sosial keluarga, dengan target 10 juta KPM PKH.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *