TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus berupaya untuk mempercepat pembenahan fasilitas di kawasan Labuan Bajo NTT, khususnya infrastruktur dan perlengkapannya.

Saat ini Administrasi Umum Perkapalan sedang melakukan penataan angkutan penumpang dan barang / barang Terminal khusus pelabuhan multiguna Wae Kelambu saat ini sedang dibangun.Kemudian pelabuhan tersebut akan digunakan untuk menangani transportasi logistik dan bongkar muat peti kemas dari kargo dan kargo curah cair sehingga akan menghubungkan aktivitas wisata dengan bongkar muat kargo di Pelabuhan Labuan Bajo. terpisah. Pengalihan kegiatan logistik ke terminal multiguna Pelabuhan Labuan Bajo ini akan direvitalisasi dan didedikasikan untuk kapal tamasya dan penumpang.

Bacaan: Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa untuk

Oleh karena itu kita mutlak melakukan kegiatan penentuan arah navigasi arus, karena ditentukan setelah alur ditentukan tentunya perlu kita selesaikan beberapa Sarana, termasuk alat bantu navigasi (SBNP) dan alat komunikasi, sehingga FGD memiliki arti yang lebih strategis, sehingga bisa dibahas bagaimana SK Menhub tentang penetapan arus ini bisa diterima semua pihak, ”ujar Hengki Angkasawan, Direktur Seksi Navigasi. Komodo, dan perempatan Taman Nasional Komodo di Pantai Lowansa Hôtel Labuan Bajo di Kab. NTT Mangalai Barat (Kamis (2020/9 /) 09).

Di sisi lain, kata Hengki, Menteri Perhubungan juga sangat jeli mengawasi pembangunan infrastruktur transportasi di Labuan Bajo dengan memerintahkan “Eselon I”. Mengawasi progres proyek yang sudah selesai agar bisa selesai tepat waktu

Saya berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Labuan Bajo dan Terminal Wae Kelambu secara keseluruhan, dapat memberikan dukungan bagi kegiatan pariwisata di kawasan timur Nusa Tenggara dan simultan kegiatan bisnis logistik dapat tercapai Pembangunan ekonomi berkelanjutan .

Baca: Kementerian Perhubungan menjelaskan langkah-langkah penanggulangan kemiskinan dan penerapan subsidi pelayaran

Pada kesempatan yang sama, Hengki juga menggelar focus group ini untuk mencapai kelas dunia. Destinasi wisata. Katanya: “Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak / Ibu. Ini bagian dari cara kita membangun destinasi wisata kelas dunia, dan tentunya regulasi bagaimana kita tetap mengutamakan keselamatan navigasi,” harapnya untuk berbicara Dalam FGD ini, pihaknya akan melakukan komunikasi dalam pengelolaan pelabuhan, pengelolaan alur pelabuhan di destinasi wisata, dan berdedikasi untuk mendukung pengembangan terminal penumpang di industri pariwisata dan bagaimana mengatur arus hewan dengan baik. — Untuk mendukung fungsi tersebut, lanjut Hengki. , Penataan harus segera dilaksanakan untuk lintas pelabuhan Labuan Bajo, lintas terminal Wichilambu dan Pulau Komodo. “Terima kasih atas sinergi yang baik antara semua pihak terkait. Keputusan menteri di bidang perhubungan sudah disusun ( RKM) terkait dengan penetapan jalur transit Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Vekailambu dan “Pulau Komodo”.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *