TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut telah menganugerahi personel Penjaga Pantai dan Laut (PPLP) Kelas II Tanjong Uban yang berhasil melacak dan menangkal MV kapal penangkap ikan China. Yuan Yu 117 dan 118 yang diduga bersalah melakukan perdagangan manusia dan mayat awak kapal Indonesia disimpan di lemari es pada tanggal 9 Juli 2020.

Penghargaan diberikan oleh H. Purnomo, Direktur Jenderal Perkapalan R. Agus ( H. Purnomo) menjabat sebagai Kepala Korps Marinir Tanjung Uban dan Pangkalan Penjaga Pantai (PLP) II Kelas Kapten Handy Sulfian, Kapten Patroli KN. Sarotama P.112 Nico Morris Selayar dan Kapten KN. Kalimasadha P.115 Putra Wardana .

“Kami sangat berterima kasih atas nama Pimpinan Umum Angkutan Laut, dan berterima kasih kepada penanggung jawab dan nakhoda Tanjung Uban, pangkalan PLP, dan seluruh ABK yang telah berhasil melaksanakan undang-undang tersebut.” Jenderal Argus, Dirjen, Kamis (16/16) 7) Setelah sertifikat penghargaan diserahkan kepada staf Pangkalan Tentara Pembebasan Rakyat Uban di Denver, Jakarta. Prosedur penegakan hukum dilakukan sesuai dengan prosedur dan dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum seperti TNI-AL, Palairud, bea cukai dan instansi terkait lainnya – mengingat kapal tersebut adalah kapal asing maka proses penegakan hukumnya selalu mengikuti praktek internasional yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO). Aturannya, di mana Administrasi Umum Angkutan Laut masih menjadi departemen administrasi maritim yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan kargo sebagai pengamanan perlindungan lingkungan di laut lepas. “Yang dilakukannya adalah memberikan pelayanan publik bagi negara, yang dapat menginspirasi pegawai KPLP lainnya untuk terus serius. Semangat bekerja serius agar bisa mencapai tujuan ini, ”imbuhnya. Di saat kejadian, PLP Tanjung Uban Pangkalan mendapat pesan dari Singapore Transport Commisioner dan menghubungi Batam Ship Transport Service (VTS) dan VTS Dumai. Usai berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, mereka langsung mengomandoi kapal patroli KN Sarotama P.112 dan KN. Kalimasadha P.115 patroli kapal nelayan Tiongkok MV. Lu Huangyuanyu 117 dan 118. Kemudian kapal ikan tersebut dikawal ke perairan Indonesia untuk diperiksa dan kemudian diserahkan kepada penegak hukum. Institusi untuk diproses lebih lanjut.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *