TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Ketenagakerjaan telah menandatangani kesepakatan (MoU) skema sertifikasi bagi lembaga sertifikasi profesi Tipe 2 atau lembaga sertifikasi melalui Binalattas Administrasi Umum Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). P2 (LSP) dari Balai Latihan Kerja (BLK). Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan dan BNSP berkomitmen untuk memenuhi standar program BLK untuk pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi. Hal ini dilakukan agar seluruh rencana pelaksanaan pelatihan vokasi Indonesia menjadi setara. Bambang Satrio Lelono, General Manager Binalatas Kemnaker, di kantor BNSP Jakarta, Kamis (25/6), mengatakan: “Ini adalah standar yang diperlukan untuk dunia kerja.” General Manager Bambang pada tanggal 19 November mengatakan pihaknya tidak hanya Kembangkan program pelatihan offline, dan itu masih berkembang secara online. Oleh karena itu, jika pelatihan BLK bersifat online maka sertifikasi juga akan online. Ini akan memudahkan kita. -Tugas pelatihan dan sertifikasi berskala besar, “katanya.” Pelatihan yang sama diberikan di semua wilayah. Misalnya, pelatihan car riding di Papua dan Aceh dilakukan melalui rencana pelaksanaan pelatihan yang sama.

“Melalui penandatanganan dan pelatihan, rencananya di semua daerah sama, dan digunakan tiga metode. Bentuk bundle. Selama ini ada standar, tapi cara pelaksanaannya berbeda. Saya harap rencana pelatihan ke depan tidak Akan ada perbedaan lagi.Oleh karena itu, BNSP yang dilakukan melalui LSP menjamin kualitas penyelesaian pelatihan terutama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan sertifikasi.

Penandatanganan MOU ternyata mendapatkan 30 direktur BLK dan LSP P2 BLK Bantuan ketua ..

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *