TRIBUNNEWS.COM melindungi hutan dan sumber daya alam adalah perjuangan untuk melindungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (Siti Nurbaya) juga meyakini bahwa kekuatan ilmu pengetahuan dan moralitas merupakan kunci utama dalam menjaga sumber daya alam tersebut.

Dalam rangka “Penguatan Peran Kontraktor dalam Implementasi”, telah dilakukan rapat ahli kehutanan secara virtual dalam rangka Forum Kepemimpinan Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) 2020 (10 Oktober 2020) Jepang). Ini biasanya yang paling penting dalam konteks ekonomi, di mana insinyur profesional dapat memainkan peran penting. Siti Nurbaya berkata: “Masa depan akan berperan dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan negara. Salah satunya adalah mengembangkan alat dan teknologi untuk mendorong Indonesia mencapai tujuan ini. “Upaya melembagakan profesi biologi khususnya kehutanan harus segera dilakukan dan menjadi persoalan besar.

Tidak ada pilihan, karena UUD 1945 juga menandaskan pasal 33:“ Tanah, air dan alam Sumber daya yang terkandung di dalamnya “dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” (ayat 3), dan perekonomian nasional terorganisir. Demokrasi ekonomi nasional berlandaskan asas persatuan, keadilan, efisiensi, kelestarian, pemahaman lingkungan hidup, kemandirian, dan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kesatuan ekonomi ”(ayat 4). Lembaga pendidikan juga membahas masalah kebijakan pembangunan hutan, yaitu Pengembangan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Pengelolaan Kawasan Hutan Bertujuan Khusus (KHDTK), Perhutanan Sosial, Perlindungan Sumber Daya Alam dan Keanekaragaman Hayati, Struktur Organisasi Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, UU No. 5/1990 dan No. 41/1999 Isi Undang-undang, serta isu pertanian dan beberapa topik lainnya. FORETika hari ini berkomitmen untuk mewujudkan keterkaitan dan kesesuaian antara pendidikan dan dunia kerja, n Standar Kompetensi Nasional Pendidikan Tinggi Kehutanan, dan salah satu tema utama yang diangkat dalam FOR Conference eTIKA Anggota menyediakan sumber daya manusia kehutanan yang handal dan menjalin kontak dengan insinyur yang profesional.Ini merupakan tugas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014.

Presiden FOReTIKA Riekso Soekmadi mengatakan bahwa pada pertemuan ini, FOReTIKA mengenalkannya kepada FOReTIKA 2020 Konferensi ini memiliki dua agenda khusus yaitu, simposium dengan tema “Penguatan Peran Kontraktor Dalam Penerapan Insinyur Kehutanan Profesional” bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam hal ini Biro Riset dan Inovasi (BLI) dan Badan P Consulting dan Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), serta dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), khususnya Biro Pendidikan Tinggi, Asosiasi Pengusaha Kehutanan Indonesia (APHI) dan Persatuan Pendidikan Insinyur Indonesia (PII). Agenda kedua konferensi ini adalah rapat pleno FORETIKA yang akan dilaksanakan pada Selasa (15/9/2020).

“Kami berterima kasih, karena setiap rapat FORETIKA hampir selalu diterima oleh Menteri LHK dan BP2SDM Dukungan menteri. Kami berharap melalui partisipasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Biro Pendidikan Tinggi, kerja sama ini dapat semakin diperluas. Biro Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Hutan mendorong pemegang IPPKH untuk mempercepat pemulihan DAS hingga Desember 2020

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *